Showing posts with label Kelas 11. Show all posts
Showing posts with label Kelas 11. Show all posts

Cara Instalasi Ubuntu Server 14.04


Hallo All, Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Kali ini saya akan menjelaskan tentang "cara instalasi ubuntu server".

Sebelum memulai seperti biasa yang kita lakukan adalah instalasi OS yang kalian inginkan, dan pada proses instalasi zimbra ini saya menggunakan OS Ubuntu. Kenapa Ubuntu ? karena Ubuntu adalah salah satu distro linux yang besar dimana ia terkenal dengan stabilitas servernya.

Untuk itu saya memilih OS Ubuntu untuk proses instalasi zimbra, maka untuk itu saya akan memberitahu cara Instalasi OS Ubuntu, berikut proses instalasinya :



1. Pertama, kalian masukan terlebih dahulu CD instalasi pada server kalian, lalu kalian ubah boot priority sehingga CD / DVD Instalasi menjai prioritas pertama booting. 

2. Kedua, setelah proses booting berjalan, maka kalian akan masuk pada tahap dimana kalian harus memilih Bahasa mana yang akan digunakan untuk proses instalasi. Pada tutorial ini saya memilih Bahasa default yaitu Bahasa Inggris.

  
3. Ketiga, kita akan memilih Bahasa yang akan digunakan pada OS Ubuntu tersebut, serta pemilihan Bahasa ini akan dijadikan baha default sistem yang akan kita install. Seperti biasa kalian pilih Bahasa Inggris. 


4. Keempat, setelah itu kalian akan masuk pada tahap pemilihan lokasi kalian atau lokasi server, kalian boleh bebas memilih lokasi kalian ada dimana dan apabila lokasi kalian dan lokasi server tidak sama, kalian bisa memilih salah satu diantaranya. 


5. Kelima, pada tahap ini kalian akan mencoba mendekteksi keyboard yang sedang kalian gunakan, kali ini kita akan memilih tipe keyboard secara manual. Maka kalian pilih NO pada tahap ini.


6. Keenam, beberapa negara memiliki layout keyboard yang berbeda – beda, pada bagian ini kita akan memilih asal keyboard kita yang kemungkinan kalian tidak perlu merubah pilihan pada tahap ini, kalian bisa mengggunakan pilihan default English (US).



7. Ketujuh, pada tahap ini kalian bisa memilih Layout Keyboard yang ingin kalian gunakan, dan sangat besar kemungkinan kalian tidak butuh mengganti pada tahap ini dan memilih default layout yaitu English (US).


8. Kedelapan, kita masuk pada tahap Configure the network dimana kita akan atur hostname untuk sistem networknya. Hostname ini hanya nama tanpa domain lengkap sistem kalian. 


9. Kesembilan, kita masuk pada tahap set up users and password dimana kita akan masukan nama lengkap user, dan password untuk sistem, dan anda bisa masukan informasi nama lengkap sama dengan username. 


Setelah itu kalian masukan password untuk sistem kalian.


10. Kesepuluh, kita masuk pada Enkripsi Directory Home dimana kita akan menambahkan keamanan data pada sistem kalian, jika ada banyak data penting dan rahasia sangat memungkinkan kalian butuh mengenkripsi direktori home sitem anda, dan jika tidak kalian bisa pilih NO


11. Kesebelas, kita akan masuk pada tahap Partition Disk, dan disini kita akan memilih cara kita konfigurasi partisi yang dapat dilakukan oleh Instalasi Ubuntu


Ada empat cara konfigurasi partisi yang dapat kalian lakukan untuk instalasi OS Ubuntu, sebagai berikut :
- Guided – use entire disk. Pilihan ini akan membuat installer melakukan partisi otomatis pada harddisk anda tanpa LVM (Logical Volume Management).
- Guided – use entire disk and set up LVM. Pilihan ini juga meminta installer melakukan partisi secara otomatis tetapi dengan membuat LVM.
- Guided – use entire disk and set up encrypted LVM. Piihan ini mirip dengan pilihan sebelumnya hanya saja LVM yang ada akan di enkripsi.
- Manual. Pilihan ini mengharuskan anda mendefinisikan partisi secara manual.
Pada tutorial ini kita akan menggunakan pilihan kedua yaitu Guided – use entire disk and set up LVM. 

12. Kedua Belas, kita akan memilih disk yang kita gunakan untuk instalasi, jika terdapat lebih dari satu disk pastikan kalian memilih disk yang benar.


13. Ketiga Belas, kalian konfirmasi partisi disk yang akan kalian gunakan untuk melakukan instalasi Ubuntu Server 14.04. maka kita akan lanjut pada tahap berikutnya. 


14. Keempat Belas, kalian tentukan ukutan disk yang boleh digunakan oleh pengguna otomatis instalasi Ubuntu Server. Kalian bisa mengatur seluruh space pada disk kalian dan juga kalian bisa atur sebagian.


15. Kelima Belas, kita masuk pada tahap konfirmasi dimana kita akan dikonfirmasi apakah sudah yakin untuk melanjutkan ke tahap berikut nya. Jika kalian sudah yakin maka kalian tekan enter dan kalian bisa masuk pada tahap berikut nya.


16. Keenam Belas, setelah itu kalian tunggu sampai proses set up selesai.
17. Ketujuh Belas, pada bagian ini anda akan memilih apakah anda akan menonaktifkan update otomatis, menginstall update keamanan otomatis atau mengelola server ini menggunakan Landscape. Apabila ini adalah server production, saya menyarakan untuk mengaktifkan automatic update untuk update security. 


18. Kedelapan Belas, setelah itu kalian pilih software apa saja yang akan diinstal, dan digunakan nanti nya. Kalian bisa memilih sesuai kebutuh, pada tutorial ini saya hanya memilih OpenSSH server saja, tujuannya agar sistem dapat kita remote untuk meng-administrasi server Ubuntu. 


19. Kesembilan Belas, setelah itu kalian masuk tahap instalasi bootloader dimana bootloader ini sebagai grub dari OS Ubuntu. Bootloader ini bisa digunakan untuk memilih sistem operasi mana yang akan anda gunakan apabila sistem anda memiliki lebih dari satu sistem operasi, misalnya dual boot Windows dan Linux


20. Dua Puluh, tunggu proses instalasi selesai, alhasil Ubuntu server kalian akan restart, dan ubuntu kalian telah terinstal dengan baik dan berjalan dengan baik. 

Baiklah All, cukup sekian penjelasan yang saya berikan, semoga bermanfaat untuk kita semua, dan juga mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan kata kata, karena disini saya juga masih belajar.
Baik, saya admin fahmi latief munir undur diri.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Konfigurasi Docker Load Balancer



Hallo All, Assalamualaikum Wr.Wb
Baiklah, kali ini saya akan membahas tentang "Konfigurasi Docker Load Balancer".
Pengertian Load Balancing ?
Seperti yang kita tahu bahwa load balancing adalah sebuah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada 2 buah jalur atau lebih jalur koneksi agar seimbang, agar trafik berjalan optimal, memaksimalkan throughput, dan menguhindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load Balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hardisk, ataupun sumber daya lainnya untuk mendapatkan performa yang maksimal.

Untuk melihat cara Instalasi Docker Pada Ubuntu, kalian bisa visit link dibawah ini :
http://fahmilatiefmunir.blogspot.co.id/search?q=docker

Baik, kita langsung saja masuk pada pembahasan materi, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat buat kalian dan bisa di sebar luaskan dengan baik.
Baik, kita akan melakukan penerapan Load Balancing Pada Docker, ujicoba ini kita siapkan sebuah host yang sudah ter-instal docker, kemudian nantinya kita akan buat 2 buah Container diatas docker tersebut. Berikut. Host dan Container yang kita pakai.
- Host Docker : server >>> IP 192.168.80.212
- Container 1 : web1.fahmi.net >>> IP 172.20.0.9
- Container 2 : web2.fahmi.net >>> IP 172.20.0.10
Baik, langsung saja masuk pada konfigurasinya.

1. Pertama, kita pastikan host sudah ter-instal Docker-engine, kemudian kita buat Container 1 dengan hostname web1.fahmi.net dan IP 172.20.0.9, sebelum membuat Container 1 kita buat terlebih dahulu network baru pada docker. Untuk membuat nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker network create --subnet=172.20.0.0/16 mynetwork
Setelah itu kalian coba cek network docker nya apakah network tersebut sudah ada atau belum. Untuk mengecek nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker network ls
Jika sudah ada, kita lanjut ke langkah berikut nya .
2. Kedua, lalu kita buat Container 1 dengan mengarahkan Network nya ke mynetwork. Untuk membuat Container 1 kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run --net mynetwork --ip 172.20.0.9 --hostname web1.fahmi.net --name web1.fahmi.net -i -t ubuntu:trusty
Maka kita akan masuk tersendiri nya kedalam Container 1 dan Container 1 berjalan dengan baik.

3. Ketiga, setelah masuk kita instal Web Server Apache2 dan nano pada Container 1. Untuk menginstal nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
apt-get update && apt-get install apache2 nano -y
Tunggu proses update dan instalasi sampai selesai.
4. Keempat, lalu kita edit file /etc/apache2/sites-available/000-default.conf dengan editor yang sudah kita instal yaitu nano. Jika sudah masuk edit file tersebut dengan script sebagai berikut :
<VirtualHost *:80>
ServerName web1.fahmi.net
ServerAdmin admin@fahmi.net
DocumentRoot /var/www/html

<Directory /var/www/html>
Options Indexes FollowSymLinks
</Directory>

ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined

</VirtualHost>
5. Kelima, lalu kalian buatlah sebuah file untuk uji coba apakah load balance nya berjalan dengan baik atau tidak. Untuk membuat nya kalian bisa menggunakan berikut :
mv /var/www/html/index.php /var/www/html/file_web1.txt
6. Keenam, lalu kalian coba restart service apacher nya. Untuk merestart nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
service apache2 restart
7. Ketujuh, selanjutnya kalian siapkan Container 2, pada Host Docker, cara nya sama hanya bedakan name dan hostname nya saja, sebelum melakukan nya kalian keluar terlebih dahulu dari Container 1 dengan mengetik exit, lalu lanjut kita membuat Container 2. Untuk membuat Container 2 kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run --net mynetwork --ip 172.20.0.9 --hostname web2.fahmi.net --name web2.fahmi.net -i -t ubuntu:trusty
Maka kita akan masuk tersendiri nya kedalam Container 2 dan Container 2 berjalan dengan baik.

8. Kedelapan, setelah masuk kita instal Web Server Apache2 dan nano pada Container 2. Untuk menginstal nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
apt-get update && apt-get install apache2 nano -y
Tunggu proses update dan instalasi selesai.

9. Kesembilan, lalu kita edit file /etc/apache2/sites-available/000-default.conf dengan editor yang sudah kita instal yaitu nano. Jika sudah masuk edit file tersebut dengan script sebagai berikut :
<VirtualHost *:80>
ServerName web2.fahmi.net
ServerAdmin admin@fahmi.net
DocumentRoot /var/www/html

<Directory /var/www/html>
Options Indexes FollowSymLinks
</Directory>

ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined

</VirtualHost>
10. Kesepuluh, lalu kalian buatlah sebuah file untuk uji coba apakah load balance nya berjalan dengan baik atau tidak. Untuk membuat nya kalian bisa menggunakan berikut :
mv /var/www/html/index.php /var/www/html/file_web2.txt
11. Kesebelas, lalu kalian coba restart service apacher nya. Untuk merestart nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
service apache2 restart
12. Kedua belas, lalu kalian coba keluar dari Container 2 dengan mengetik exit, lalu coba kalian cek apakah kedua Container sudah terbuat atau belum. Untuk mengecek nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker ps -a
13. Ketiga belas, selanjutnya untuk membuat Load Balancing, pada Host Docker kita bisa menggunakan nginx, instal terlebih dahulu nginx pada Host Docker. Untuk menginstal nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
apt-get install nginx -y
Tunggu sampai proses instalasi selesai.
14. Keempat belas, jika sudah selesai kalian edit file /etc/nginx/sites-available/default. Lalu kalian tambahkan script sebagai berikut :
upstream web.fahmi.net {
     server 172.20.0.9:80;
     server 172.20.0.10:80;
     }
server {
     listen 80;
     location / {
        proxy_pass http://web.fahmi.net;
     }
}
Note :
- upstream : yaitu modul yang kita akan gunakan sebagai load balancing web.fahmi.net, yang artinya jika ada yang mengakses ke web.fahmi.net akan diarahkan ke server yang didefinisikan secara seimbang.
- server : yaitu nama website yang akan digunakan untuk diakses dari luar, jika ada yang mengakses web.fahmi.net maka akan diarahkan kembali ke modul upstream yang kemudian diarahkan lagi ke server - server yang di definisikan oleh upstream.
15. Kelima belas, lalu kalian lakukan link dari /etc/nginx/siters-available/default ke /etc/nginx/sites-enabled/default. Untuk melakukan hal tersebut kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
ln -s /etc/nginx/sites-available/default /etc/nginx/sites-enabled/default
16. Keenam belas, lalu kalian restart nginx nya dengan perintah sebagai berikut :
service nginx restart
17. Ketujuh belas, setelah itu kita coba akses dari browser kalian ke alamat web kalian masing masing dan reload berulang - ulang, maka hasil dari load balancing akan terlihat sebagai berikut :
Alhasil kita sudah melakukan load balancing terhadap container yang sudah kita buat tadi dan berjalan dengan baik.

Baiklah All, cukup sekian penjelasan dari saya, kurang lebih nya mohon dimaafkan, dan jika ada salah dalam tutur kata saya mohon dimaafkan pula, karena disini saya juga masih dalam proses belajar.



Oke, saya admin dari fahmi latief munir undur diri.



Wassalamualaikum Wr.Wb

Instalasi Docker Rancher



Hallo All, Assalamualaikum Wr.Wb
Baiklah, kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara "Instalasi Docker Rancher".
Docker Rancher / Rancher Docker adalah sebuah utility dalam hal manajemen docker melalui Web, Docker Rancher ini bersifat universal, jadi bisa di instal pada docker yang berada di host dengan sistem operasi apapun, ataupun bisa menggunakan Rancher OS nya sendiri. Rancher merupakan sebuah inovasi baru dalam docker sebagai cara untuk membangun Container Docker dengan mudah dan cepat, serta kita dapat dengan mudah membuat HA (High Availability) pada Docker.b

Baik, kita langsung masuk pada materi pembahasan, semoga apa yang sampaikan dapat berguna dan bermafaat di kemudian hari.
Untuk proses instalasi Docker Rancher ini sangat mudah, kita hanya cukup menjalankan 1 baris perintah pada Host Docker, materi kali ini saya menggunakan sistem operasi Ubuntu 14.04.5 64 bit, dan pastikan sebelum memulai docker-engine harus wajib sudah ter-instal dan berjalan dengan baik, untuk melihat proses instalasi docker pada ubuntu, kalian bisa visit link dibawah ini :

Jika sudah ter-instal docker, kita akan mulai proses instalasi dengan beberapa tahap, dan saya akan menjelaskan nya satu persatu.

1. Pertama, kita instal terlebih dahulu Docker Rancher nya, untuk meng-instal nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run -d --restart=always --name=rancher-docker -p 8000:8080 rancher/server
Proses instalasi membutuhkan waktu beberapa menit dikarenakan file docker rancher tersebut sangat besar ukurannya.
2. Kedua, jika sudah selesai kita coba akses pada web browser yang kalian punya. Untuk mengakses nya kalian bisa ketikan IP Address dan port pada web browser kalian, untuk contoh sebagai berikut :
https://192.168.80.xxx:8000
Maka berikut tampilan awal Docker Rancher pada saat pertama kali kita akses.

3. Ketiga, jika kalian pada saat pertama kalian ada peringatan, jangan khawatir, kalian hanya harus menambahkan satu host dimana host ini digunakan sebagai Rancher Agent agar Docker Rancher dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan juga sebagai Load Balancer pada Docker. Untuk menambahkan nya kalian klik "Add Host", nanti akan muncul petunjuk bagaimana cara kita menambahkan Host dan memasukan host tersebut kedalam Cluster Docker Rancher.

Kalian bisa copy paste perintah tersebut dan paste kan pada host Docker yang akan dimasukan kedalam Cluster Docker Rancher. Untuk perintah nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut atau mengikuti perintah seperti gambar diatas :
sudo docker run --rm --privileged -v /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock -v /var/lib/rancher:/var/lib/rancher rancher/agent:v1.2.2 https://192.168.80.212:8000/v1/scripts/9D7C0D4BFDC42A2C4836:1483142400000:e5QLKfYeNJljQCESPNz8G7EhNhM
 Setelah itu kalian tunggu hingga proses instalasi Rancher Agent selesai.

4. Keempat, jika instalasi Rancher Agent telah selesai, coba kalian lihat dibagian Host dan disitu ada Host Docker yang baru di instal yaitu Rancher Agent tersebut.



Telah terlihat pada gambar diatas, pada bagian Host sudah ada Host dari server saya, dan itu berarti kita sudah bisa menggunakan Docker Rancher dengan baik.

5. Kelima, lalu kita buat Container melalui Docker Rancher, cara nya kalian buka browser kemudian kalian akses IP milik Rancher Server, dan disini saya menggunakan IP Server 192.168.80.212 dan menggunakan port 8000, jika host kalian sudah terdaftar pada Rancher Agent kalian tinggal lihat pada bagian bawah host kalian "Add Container". Maka akan muncul form untuk membuat Container seperti pada gambar dibawah ini :



6. Keenam, kemudian kalian isi form tersebut seperti pada gambar diatas.
Note :
- Name : Kalian isi dengan nama Container yang kalian mau.
- Description : Tidak wajib diisi, jika ingin di isi kalian isi dengan descripsi dari container kalian.
- Select Image : Kalian isi dengan image yang sudah ada, sebagai contoh saya menggunakan image ubuntu:trusty.
- Port Map : Kalian definisikan Port - Port Forwarding yang akan kalian gunakan untuk mengakses Container dari luar jaringan kita.
7. Ketujuh, lalu kalian scroll pada bagian bawah, maka ada form lagi yang harus kalian isi.



Lalu kalian isi sesuai apa yang sudah saya tandai pada gambar diatas.
Note :
- Command : /bin/bash yang artinya pada saat kalian akses container nya kalian akan langsung masuk pada mode root.
- Console : Interactive & TTY yang artinya kita bisa langsung akses Container yang kita buat lewat Web.
- Auto Restart : Always yang artinya ketika host reboot / restart maka secara otomatis Container kalian akan start tersendiri nya.
- Variable : Kalian biarkan default saja.
8. Kedelapan, lalu kalian masuk pada tab Networking, kita akan mengatur network nya agar bisa terhubung dengan internet dan juga kita bisa dapat akses container kita dari luar.



Lalu kalian isi sesuai yang sudah saya tandakan pada gambar diatas.
Note :
- Network : Bridge yang artinya container kalian memungkin kan dapat menerima data dan mengirim data ke jaringan fisik yang ada pada laptop kalian.
- Hostname : Isi dengan nama hostname kalian.
- Domain Name : Kalian isi kan dengan nama domain kalian.
- Resolving Servers : Kalian isi dengan IP DNS, contoh nya DNS Google.
9. Kesembilan, lalu kita masuk pada tab Security/Host. Jadi disini kita akan mengatur host kita.


Lalu kalian isi form seperti yang sudah saya tandai pada gambar diatas.
Note :
- Privileged : centang Full access to the host yang artinya kita dapat akses penuh agar kita dapat mengakses container dari host yang ada.
- PID Mode : centang Host.
- Memory Limit & Swap Limit : Kalian isikan sesuai yang kalian mau untuk limitasi nya.
Jika sudah klik Create pada pojok kanan bawah web kalian.

10. Kesepuluh, jika sudah maka hasil nya sudah bisa dilihat pada browser kalian masing masing.

11. Kesebelas, lalu kalian masuk pada Console Container kalian. Lalu kalian klik pada bagian pojok kanan atas, Pilih Execute Shell, maka akan muncul Console dari Container yang sudah kalian buat.


Baiklah All, cukup sekian penjelasan dari saya, kurang lebih nya mohon dimaafkan, dan jika ada salah dalam tutur kata saya mohon dimaafkan pula, karena disini saya juga masih dalam proses belajar.

Oke, saya admin dari fahmi latief munir undur diri.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Konfigurasi Docker Swarm Cluster


Hallo All, Assalamualaikum Wr.Wb
Baiklah, kali ini saya akan membahas tentang "Konfigurasi Docker Swarm Cluster".
Ketika berbicara tentang High Availability, disini Docker pun bisa juga dibuat skema seperti High Availability menjadi Docker Swarm / Docker Cluster, dimana ada banyak host docker saling melakukan load balancing untuk menyamakan kecepatan dan kestabilan server dan diatur oleh satu host docker yang di namakan swarm manager. Swarm Manager ini bertugas seperti yang kita tahu yaitu mengatur Node-Node mana saja yang sedang tersedia untuk bisa menjalankan sebuah Container.

Untuk mengetahui lebih jelas nya tentang Docker kalian bisa visit link di bawah ini :
http://fahmilatiefmunir.blogspot.co.id/2017/05/penjelasan-tentang-docker.html 
dan jika kalian ingin mengetahui tentang bagaimana cara Instalasi Docker kalian bisa visit link di bawah ini :

Baiklah, kita langsung saja masuk pada pembahasan, kalian harus membutuhkan akses internet yang lancar, dan semoga apa yang saya bahas kali ini bisa bermanfaat, Aamiin.

Baik, untuk melakukan konfigurasi ini, saya telah menyiapkan 3 buah server, dimana nanti 3 buah server ini kita gunakan sebagai berikut :
a. Server -> Consul Discovery, Swarm Manager, Shipyard Controller, Local Registry.  (192.168.80.212)
b. Node 1 -> Swarm Node 1 (192.168.80.213)
c. Node 2 -> Swarm Node 2 (192.168.80.214)
Sebelum melakukan konfigurasi, pastikan Docker Engine telah ter-instal pada semua node yang ada. Untuk melihat konfigurasi nya bisa di lihat link yang telah saya masukan diatas.
Baik, kita masuk pada konfigurasi nya.

1. Tambahkan script pada node 1 dan node 2 pada file /etc/default/docker , di dalam file tersebut kalian edit dan tambahkan script sebagai berikut pada baris paling bawah :
DOCKER_OPTS="-H tcp://0.0.0.0:2375 -H unix:///var/run/docker.sock
--cluster-store=consul://192.168.80.212:8500
--cluster-advertise=192.168.80.xxx:2375"
Penjelasan :
- DOCKER_OPTS yaitu jenis perintah yang akan kita gunakan.
- -H yaitu sebagai host yang digunakan.
- tcp://0.0.0.0 yaitu protokol yang tersambung pada semua IP.
- 2375 yaitu port default docker tanpa menggunakan TLS.
- unix:///var/run/docker.sock yaitu soket untuk menjalankan service docker.
- --cluster-store yaitu perintah yang menyatakan tujuan cluster bergabung kemana.
- consul://192.168.80.212:2375 yaitu tujuan cluster harus bergabung kemana.
- --cluster-advertise=192.16.80.xxx:2375 diganti menjadi IP dari masing - masing Node, dan berfungsi untuk meminta izin kepada manager bahwa IP node ingin join kepada manager dan juga status join nya.
2. Setelah itu kita lakukan restart pada masing - masing server dan node, untuk melakukan restart kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
service docker restart
3. Setelah itu kita akan melakukan Setup Discovery Backend, dimana proses ini dilakukan hanya pada server dimana server tersebut menjadi tempat penyimpanan informasi dan juga mengidentifikasi node - node yang tersedia untuk menjalankan Container. untuk melakukan Setup Discovery Backend kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run -d --restart=always --name=consul -h consul -p 8500:8500 progrium/consul -server -bootstrap
dan kalian tunggu sampai proses pulling selesai.

4. Setelah itu kita akan membuat Cluster Swarm dimana swarm manager yang bertugas untuk mengatur Node mana saja yang sedang tersedia dan mengizinkan Node mana saja yang boleh bergabung dengan Docker Swarm / Cluster Swarm. Untuk melakukan nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run -d --restart=always --name=swarm-manager -h swarm-manager -p 4000:4000 swarm manage -H :4000 --replication --advertise 192.168.80.212:4000 consul://192.168.80.212:8500
Penjelasan :
- --advertise 192.168.80.212:4000 yaitu IP Server tersebut.
- consul://192.168.80.212:8500 yaitu IP Server yang bertugas sebagai swarm manager.
5. Setelah itu kita lakukan join pada node 1 agar node 1 bisa tergabung dengan swarm manager. Untuk melakukan hal tersebut kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run -d --restart=always --name=swarm-node1 -h swarm-node1 swarm join --advertise=192.168.80.213:2375 consul://192.168.80.212:8500
Penjelasan :
untuk perintah baris pertama relatif sama fungsi nya seperti yang lain nya, yang membedakan nya itu mulai dari bari kedua dari perintah tersebut "swarm join --advertise=192.168.80.213:2375 consul://192.168.80.212:8500 " maksud dari perintah ini yang mebedakan perintah yang satu ini dengan yang lain nya, jadi isi perintah versi manusiawi nya seperti ini, node1 ini ingin gabung "alamat saya 192.168.80.213 menggunakan port 2375 nah untuk tujuan nya saya ingin gabung ke alamat 192.168.80.212 dengan port 8500

6. Setelah itu kita lakukan join pada node 2 agar node 2 bisa tergabung dengan swarm manager. Untuk melakukan hal tersebut kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run -d --restart=always --name=swarm-node2 -h swarm-node2 swarm join --advertise=192.168.80.214:2375 consul://192.168.80.212:8500
Maka kedua node tersebut telah bergabung kedalam cluster swarm.
 
7. Setelah itu kita cek apakah node 1 dan node 2 benar - benar tergabung kedalam cluster swarm atau belum. Untuk mengecek nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker -H :4000 info
Maka nanti hasil nya akan seperti gambar dibawah ini.

Pada hasil diatas sudah terlihat bahwa node 1 dan node 2 telah bergabung kedalam swarm / cluster. Masing - masing node memiliki ram 2 GB, ketika sudah digabungkan maka total ram menjadi 4 GB.

Baiklah All, cukup sekian penjelasan dari saya, kurang lebih nya mohon dimaafkan, dan jika ada salah dalam tutur kata saya mohon dimaafkan pula, karena disini saya juga masih dalam proses belajar.

Oke, saya admin dari fahmi latief munir undur diri.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Instalasi Docker Pada OpenSuse


Hallo All, Assalamualaikum Wr.Wb
Disini saya akan membahas tentang "Instalasi Docker Pada OpenSuse"..
Jadi sebenarnya instalasi Docker itu sangat lah mudah , sama seperti kita menginstal paket - paket yang ada pada Linux, Windows, maupun Mac OS. Pada sistem operasi Linux, kita hanya perlu memasukan Repository Docker ke dalam sistem operasi yang ingin diinstal Docker.

Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang Docker kalian bisa visit link ini :
http://fahmilatiefmunir.blogspot.co.id/2017/05/penjelasan-tentang-docker.html

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah cara instalasi Docker pada sistem operasi OpenSuse :
Untuk Instalasi Docker Pada OpenSuse, saya disini menggunakan Leap 42.1, dan pada versi ini kalian sudah mendapatkan docker yang berada pada repository resmi OpenSuse tersebut, dan Docker ini juga support dengan OpenSuse Sles 12, 13, leap 42.1, leap 42.2 dan sebagai nya.
Instalasi Docker
Proses instalasi Docker pada OpenSuse memiliki beberapa tahapan, berikut ini tahapan - tahapan yang akan kita lakukan untuk Instalasi Docker pada OpenSuse :
1. Pertama, kita lakukan instalasi Docker dimana kita akan meng-instal nya melewati repository yang ada pada OpenSuse / Dependencies nya. Untuk menginstal nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
zypper in docker docker-bash-completion docker-compose docker-distribution-registry docker-test docker-zsh-completion yast2-docker
Perintah diatas adalah dimana kita meng-instal repository docker yang ada pada OpenSuse atau juga bisa disebut sebagai dependencies dari docker tersebut.
2. Kedua, kita jalankan dan kita aktifkan docker agar docker bisa berjalan dan aktif dengan baik, docker akan auto start pada saat docker di restart. Untuk menjalankan nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
service docker start
dan untuk mengaktifkan nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
service docker enable
3. Ketiga, kita cek status apakah docker sudah aktif atau belum. Untuk mengecek nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
service docker status
4. Keempat, setelah itu kita tambahkan user kedalam group docker agar kita dapat akses diluar. Untuk menambahkan nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
/usr/sbin/usermod -a -G docker (nama user)
5. Kelima, kita tes apakah docker sudah bisa berjalan dan apakah docker sudah bisa pull image. Untuk mengecek nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
docker run hello-world
Maka status yang akan kita dapat seperti pada gambar dibawah ini dan pastikan muncul seperti ini :
 
Sampai disini kita sudah melakukan Instalasi Docker pada OpenSuse.
Selanjutnya kita melakukan Enable Network Forwarding, jadi secara default OpenSuse ini tidak memperbolehkan melakukan forwarding pada network card yang ada, contoh nya OpenSuse memiliki 2 NIC yaitu (eth0 dan eth1). Jadi antara eth0 dan eth1 ada yang tidak diperbolehkan untuk melakukan paket forwarding. Jika demikian, maka container yang ada pada Docker nanti tidak dapat mengakses dan diakses dari Jaringan luar internet.

Untuk itu kita lakukan sedikit konfigurasi pada network agar hal itu dapat diatasi.

6. Keenam, kita lalukan enable network forwarding. Untuk melakukan nya kalian kalian bisa mengikuti langkah sabagai berikut :
- buka Yast -> System -> Network Settings -> Routing
- berikan tanda centang / checklist pada bagian Enable IPv4 Forwarding
Hasilnya kalian bisa lihat seperti pada gambar dibawah ini :
7. Ketujuh, kita edit pada bagian firewall nya agar docker tidak di blok oleh firewall karena routing / akses nya telah dibuka dan docker dapat diakses. Untuk mengedit firewall kalian bisa edit file /etc/sysconfig/SuSefirewall2, lalu kalian ganti pada baris FW_ROUTE menjadi yes sebagai berikut:
FW_ROUTE="yes"
Setelah itu kalian simpan file tersebut, dan semestinya sudah dipastikan tidak ada kendala lagi dalam hal konfigurasi firewall terkait Docker pada OpenSuse ini. Maka untuk saat inberi docker telah ter-instal docker dan docker dapat berjalan dengan baik.

Alhasil Docker yang sudah kita instal bersama - sama dapat di akses dari luar.

Baiklah All, cukup sekian penjelasan dari saya, kurang lebih nya mohon dimaafkan, dan jika ada salah dalam tutur kata saya mohon dimaafkan pula, karena disini saya juga masih dalam proses belajar.

Oke, saya admin dari fahmi latief munir undur diri.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Instalasi Docker Pada CentOS 7


Hallo All, Assalamualaikum Wr.Wb
Baiklah, kali ini saya akan menjelaskan tentang "Instalasi Docker Pada CentOS 7".
Jadi sebenarnya instalasi Docker itu sangat lah mudah , sama seperti kita menginstal paket - paket yang ada pada Linux, Windows, maupun Mac OS. Pada sistem operasi Linux, kita hanya perlu memasukan Repository Docker ke dalam sistem operasi yang ingin diinstal Docker.

Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang Docker kalian bisa visit link ini : http://fahmilatiefmunir.blogspot.co.id/2017/05/penjelasan-tentang-docker.html

Baiklah, jadi pada proses Instalasi Docker di CentOS, pastikan kalian menggunakan CentOS 7 64 bit dengan kernel minimal versi 3.10.

Instalasi Docker
Pada proses Instalasi Docker pada CentOS 7 memiliki beberapa tahapan, berikut tahapan - tahapan yang akan kita lakukan untuk Instalasi Docker Pada CentOS 7.
1. Pertama, kita lakukan pengecekan kernel apakah versi kernel yang kita pakai sudah memadai atau tidak. Untuk mengecek nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
" uname -r "
Maka nanti kalian lihat versi kernel nya, jika versi sudah memadai maka kita bisa lanjut ketahap selanjutnya.
Penjelasan sedikit :
- uname : perintah ini berfungsi untuk menampilkan informasi dari sistem komputer kalian, di antara nya : mesin komputer, hostname, versi kernel, dan tipe prosesor yang kita gunakan, dan informasi ditunjukan sesuai opsi mana yang kita pakai.
Option                        Fungsi
- a , -all      Menampilkan semua informasi 
- m, -machine  Menampilkan tipe mesi / prosesor
- n , -noderam  Menampilkan hostname
- r , -release  Menampilkan versi kernel 
2. Kedua, kita akan meng-instal wget dimana wget berfungsi / digunakan untuk memudahkan kita ketika kita ingin mendownload / mengunduh, dan wget ini sebagai aplikasi downloader bawaan dari sistem operasi linux, contoh nya : RedHat, OpenSuse, dan sebagai nya. Jadi untuk meng-instal wget kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
" apt-get install wget -y "
atau
" yum install wget -y "
dan masih banyak lagi cara install wget pada sistem operasi linux.

3. Ketiga, kita akan mengunduh / menambahkan repository docker, dan repository ini saya ambil dari website teman saya, untuk mengunduh / menambahkan nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
" wget -c http://rizkypratama.xyz/file/docker.repo -P /etc/yum.repos.d/ "
 Untuk file repository docker sendiri tidak hanya ada di 1 website saja, tetapi kalian bisa mencari nya di internet.
Penjelasan Sedikit :
- -c = opsi ini digunakan untuk memulai / melanjutkan men-download file dari website yang kita tuju.
4. Keempat, setelah kita men-download file repository dari cara diatas, sekarang yang kita lakukan adalah kita akan meng-instal Docker engine nya dimana Docker engine ini berfungsi sebagai paket dari Docker tersebut, untuk meng-instal Docker engine tersebut kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
" yum install docker-engine -y "
Pada tahap ini kita telah berhasil meng-instal Docker pada sistem operasi CentOS 7.

5. Kelima, setelah meng-instal paket Docker nya, sekarang kita akan menjalankan, mengaktifkan, dan mengecek status dari Docker itu sendiri. Untuk melakukan ketiga hal tersebut kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
" systemctl start docker "

" systemctl enable docker "

" systemctl status docker "
6. Keenam, jika sudah berjalan, kita coba men-download dan menjalankan image, untuk men-download nya kita bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
" docker run hello-world "
untuk menjalankan nya kalian bisa menggunakan perintah sebagai berikut :
" docker attach (container dari image yang di download) "

Maka secara default, sampai tahap ini, instalasi Docker pada Ubuntu telah selesai dan berjalan dengan baik.

Alhasil Docker yang sudah kita instal bersama - sama dapat kita dapat akses docker kita dari luar.

Baiklah All, cukup sekian penjelasan dari saya, kurang lebih nya mohon dimaafkan, dan jika ada salah dalam tutur kata saya mohon dimaafkan pula, karena disini saya juga masih dalam proses belajar.

Oke, saya admin dari fahmi latief munir undur diri.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Penjelasan Tentang Docker



Hallo All, Assalamualaikum Wr.Wb
Baiklah, disini saya akan menjelaskan tentang "Penjelasan Tentang Docker". Jadi disini saya secara bertahap akan menjelaskan berdasarkan urutan, mulai dari pengertian, arsitektur, komponen, perkembangan, dan sebagai nya.
Jadi saya berharap materi yang saya posting pada kali ini dapat bermanfaat buat kalian dan semoga kalian bisa mengerti dengan apa yang sudah saya berikan pada kalian, baik langsung saja kita masuk pada pembahasan.


Banyak orang yang bertanya - tanya Docker itu apasih ?, docker itu dari mana, apa saja sih komponen docker, nah disini saya akan menjelaskan mulai dari awal yaitu :

1. Pengertian Docker
Docker adalah project open source yang menyediakan platform terbuka dalam bentuk teknologi virtualisasi berbasis container, ditujukan bagi para developer maupun sysadmin untuk dapat membangun, membundel, dan menjalankan aplikasi dimanapun dalam satu container yang sangat ringan.

Docker ini mirip seperti Virtual Machine (VM) namun lebih ringan, karena Docker tidak membawa keseluruhan sistem operasi, melainkan dia hanya berbagi sistem dengan host induknya.

Docker menyatukan perangkat lunak / software dalam file system lengkap berisi semua yang diperlukan untuk bisa menjalankan nya : source code, paket sistem untuk runtime, perangkat sistem, sistem pustaka software apa pun yang dapat di instal pada server. Hal ini dapat menjamin bahwa perangkat lunak akan selalu berjalan bersama, tidak tergantung pada / dari lingkungan nya.

2. Arsitektur Pada Docker
Arsitektur pada Docker menggunakan mekanisme Client dan Server, Docker Client mengirimkan request ke Docker Server agar docker dapat membangun, mendistribusikan, dan menjalankan container Docker. Docker Client dan Server dapat berjalan pada sistem yang sama, antar Docker Client dan Docker Server dapat berkomunikasi via socket  menggunakan Restful SPI.

3. Komponen Pada Docker
Docker memiliki banyak sekali komponen, dan setiap komponen itu saling membutuhkan satu sama lain seperti sedang berpacaran hehe, berikut komponen - komponen pembentuk docker :

- Docker Images
Docker images merupakan sebuah template yang bersifat read-only. Contoh nya sebuah image yang berisi sistem operasi Ubuntu dengan Apache dan Apliaksi Web yang telah kita instalkan. Image ini digunakan untuk menjalankan Container. Docker menyediakan cara yang sederhana untuk membangun Image baru atau mengubah image yang sudah ada. Jadi jika kita melihat Docker Index, kita akan menemukan banya sekali image yang sudah dibuat oleh pengguna lain yang bisa kita gunakan sebagai basis image untuk aplikasi berbasis Docker.
- Docker Container
Docker Container merupakan sebuah image bersifat read-write yang berjalan diatas image. Docker itu menggunakan union-file sistem yang digunakan sebagai back-end dari file sistem container nya, dimana setiap perubahan yang disimpan pada container akan menyebabkan terbentuknya layer baru di atas base image. Jadi container merupakan layer dimana kita bisa melakukan instalasi aplikasi di dalamnya.
- Docker Registry
Docker Registry merupakan repository distribusi kumpulan docker image yang dipusat / terpusat baik yang bersifat public ataupun private repository. Registry public Docker disebut dengan Docker Hub. Jadi disini kita bisa menyimpan docker image yang kita miliki alias push image maupun menggunakan image yang sudah ada alias pull image.
- Docker File
Docker File merupakan sebuah skrip otomasi (builder) yang membangun sebuah image. Sebuah DockerFile merupakan dokumen text atau skrip yang berisi semua perintah yang biasanya kita lakukan manual untuk membangun sebuah image.
- Repository
Docker menggunakan kata ini mirip dengan yang digunakan pada Github dan source control system lainnya, namun jenis yang berbeda. Repository beruba ID untuk setiap image yang disimpan dalam registry. Ketika kita menjalankan perintah docker commit maka image itu akan kita beri nama dengan format username/nama image.
- Docker Index
Docker Index sangat terkait dengan Docker Hub Registry, meski kedua nya memiliki fungsi yang berlainan. Index mengatur user account, permission, search, tagging, dan hal lain yang tersimpan pada web interface public.
4. Perkembangan Docker
Pada saat ini Docker dengan sangat cepat menjadi standar tools berbasis container, dan banyak di intergrasikan oleh project PaaS seperti Dokku, Deis, Flynn atau Vagrant. Kelebihan pada Docker sendiri ada pada container nya. Banyak perusahaan besar maupun personal dari berbagai komunitas yang telah membuktikan bahwa containernya dapat menjalankan aplikasi lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan dengan virtual machine. Container juga dapat berjalan dengan baik di aplikasi / service yang bergantung pada server, sehingga sangat cocok bila diterapkan pada Cloud Computing.

Beberapa server terbesar saat ini menggunakan container. Pengembangan web yang besar seperti Google dan Twitter dan Platform provider seperti Heroku dan dotCloud berjalan dengan teknologi container, pada skala ribuan atau bahkan puluhan ribu container yang berjalan secara paralel.

5. Perbedaan VM dengan Docker
Dalam bidang virtualisasi, terdapat istilah VM (Virtual Machine) dan Container. secara prinsip mereka berdua sama sama menggunakan skema virtualisasi, namun ada yang membedakan di antara keduanya yaitu :

- VM menggunakan keseluruhan resource hardware yang ada pada host, sendangkan Docker hanya menggunakan sedikit resource dari Host.

- VM menggunakan kernel tersendiri sehingga menjadi beban bagi host, sedangkan Docker hanya membagi kernelnya pada Container yang ada saja sehingga sangat efisien dan ringan.

- Alokasi spesifikasi pada VM jika sudah di set untuk VM A, maka VM B tidak dapat menggunakan spesifikasi yang telah dipakai yang telah dipakai VM A.
Sedangkan Docker jika ada sebuah Container A sedang sibuk melayani trafik, sedangkan Container B sedang idle, maka Container A dapat menggunakan resources milik Container B dan maupun sebaliknya.

6. Kelebihan Pada Docker
Docker merupakan aplikasi virtualisasi yang sedang populer, dan berikut merupakan kelebihannya : 

- Konfigurasi yang sangat simple
- Aplikas yang Terisolasi
- Optimalisasi Resources
- File system Protection
- Multi Cloud Platform

Jika kalian ingin melihat cara Instalasi nya kalian bisa visit link dibawah ini :
http://fahmilatiefmunir.blogspot.co.id/

Baiklah All, cukup sekian penjelasan dari saya, kurang lebih nya mohon dimaafkan, dan jika ada salah dalam tutur kata saya mohon dimaafkan pula, karena disini saya juga masih dalam proses belajar.

Oke, saya admin dari fahmi latief munir undur diri.

Wassalamualaikum Wr.Wb