Showing posts with label Routing Dinamis. Show all posts
Showing posts with label Routing Dinamis. Show all posts

Perkenalan BGP Secara Singkat, Padat


Apa itu Routing BGP? BGP atau singkatan dari Border Gateway Protocol ini bisa dibilang adalah inti dari protocol-protocol routing yang ada pada internet. Dari sekian banyaknya protokol routing hanya protocol BGP sajalah yang termasuk kedalam Eksterior Gateway Protocol. Routing protocol ini sudah dalam versi-4 yang dimana versi tersebut adalah versi yang digunakan di masa kini.

Routing Protocol BGP ini memiliki keunikan dalam menentukan jalurnya. Karna sebab inilah iya disebut path vector. Ia menentukan jalurnya dengan menggunakan attribute tidak seperti routing protocol lainnya yang menentukan jalurnya dengan metricnya sendiri. Maksud dari path vector adalah ia akan menentukan jalur dengan saling bertukar data dengan informasi jalur yang telah di peer, kecuali pada network yang ditangani oleh router bgp tersebut.

Tidak seperti routing IGP yang akan menentukan jalur dengan memperkenalkan setiap network yang ada pada router itu sediri. Protocol Routing BGP menggunakan protocol TCP untuk mengirimkan BGP Packet yang berisi data-data untuk keperluan protocol ini dalam mengerjakan tugasnya termasuk informasi jalur. Oh iya port 179 adalah port yang digunakan oleh BGP, maka dari itu jangan sampai anda blokir akses port 179 ini pada router yang menjalankan routing BGP :) karena pastinya BGP gak bakalan bisa jalan :>

Apabila kalian sudah paham penjelasan diatas, maka kalian akan tahu kapan BGP digunakan? Jawabanya ya.. saat kalian ingin merouting suatu network yang berada pada Autonomous System yang berbeda dan biasanya ditemui dijaringan ISP (Internet Services Provider).

Mungkin hanya sampai sini saja untuk Perkenalan BGP Secara Singkat, Padat. Jika ada yang keliru saya mohon maaf dan saran agan selalu dinantikan oleh penulis dalam meningkatkan kwalitas artikel ini dan juga apabila ada pertanyaan jangan dipendam agan dipersilahkan mengisinya di kolom komentar. Semoga Bermanfaat Terima Kasih

Ditulis oleh :

Arief Sofyan, SMK Madinatulquran

Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik

Tutorial Mikrotik kali ini akan membahas tentang OSPF dan konfigurasi dasarnya di Mikrotik, oh ya teman-teman pasti sudah tau kan apa itu OSPF? saya percaya kok namun disini mari kita mengulangnya lagi agar tidak lupa, langsung saja cikibrutt.

Pengertian OSPF

OSPF atau kepanjangan dari Open Shortes Path First adalah protocol routing otomatis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network). Routing ini digunakan untuk topology yang mempunyai banyak router, kebayang gak kalau dalam suatu ISP yang mempunyai banyak client yang menggunakan mikrotik sebagai STA, dia harus menyetting ip route satu persatu, OMG apa lagi kalau se-yang lebih besar lagi, gak kebayang ribetnya. 

Oh iya OSPF ini termasuk kategori Link-sate routing protocol, Link state routing protocol ini menggunakan kecepatan jaringan berdasarkan metric untuk menetapkan path-path ke jaringan lainnya. Setiap router merawat map sederhana dari keseluruhan jaringan. Update-update dilakukan via multicast, dan dikirim. Jika terjadi perubahan konfigurasi. OSPF cocok untuk jaringan berskala besar.

Baca lebih lanjut tentang ospf disini atau disini

Maksud dan Tujuan

Ok sekarang maksud dan tujuan, maksud dan tujuan Ospf ini Kita dapat melakukan routing secara otomatis, dua router maupun lebih.

Bahan yang disiapkan

Berikut adalah Tutorial Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik, dalam tutorial ini karena saya tidak mempunyai router sebanyak itu maka saya menggunakan GNS3
  • 4 buah Mikrotik yang sudah terinstall (menggunakan VirtualBox)
  • dan 3 Vpcs
Jika anda belum mengetahuinya bisa pelajari disini

    Konfigurasi Dasar OSPF di Mikrotik

    Berikut adalah Topologi yang saya gunakan

    pada topologi diatas sudah terdapat keterangan ip dan interfacenya, sekarang mari kita mulai mengkonfigurasinya
    R= ether1=192.168.1.1/24
          ether2=192.168.2.1/24
          ether3=192.168.3.1/24
    R2= ether1=192.168.1.2/24
            ether3=192.168.13.1/24 
    R3= ether1=192.168.2.2/24
            ether3=192.168.14.1/24
    R4= ether1=192.168.3.2/24
            ether2=192.168.12.1/24
    1.mari kita masukkan ip ditiap-tiap router sesuai dengan topology yang sudah ada


    R1= Ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2
           ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether3


    R2= ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.13.1/24 interface=ether3 


    R3= ip address add address=192.168.2.2/24 interface=ether1
          ip address add address=192.168.14.1/24 interface=ether3


    R4= ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1
           ip address add address=192.168.12.1/24 interface=ether2

    2. Kita masukkan perintah ospf nya, masukkan sesuai ip yang tadi kita masukkan di ip address


    R=routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
     routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.3.0/24 area=backbone


    R2=routing ospf network add network=192.168.1.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.13.0/24 area=backbone
    cek dengan "ip route print" maka akan muncul apabila ADo maka itu Active, DHCP, Ospf 


    R3=routing ospf network add network=192.168.2.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.14.0/24 area=backbone

    R4= routing ospf network add network=192.168.3.0/24 area=backbone
    routing ospf network add network=192.168.12.0/24 area=backbone
    3. Kita cek tiap-tiap router dengan mengeping router lain, contoh seperti gambar dibawah




    Terimakasih, selamat mencoba, Thanks for your attention