Showing posts with label User Manager. Show all posts
Showing posts with label User Manager. Show all posts

Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik via User Manager

Membuat Voucher Hotspot Mikrotik yang menggunakan User Manager memang cukup rumit. Banyak hal yang harus dikonfigurasi untuk bisa men-generate Voucher Hotspot Mikrotik pada User Manager Mikrotik. Dengan menggunakan sistem voucher, kita dapat lebih mudah dalam menjual koneksi Internet via WiFi Hotspot Mikrotik ke pelanggan. Kita tidak perlu menambahkan user tiap kali ada pelanggan yang mau berlangganan WiFi Hotspot. Kita tinggal men-generate username dan password user secara otomatis, dan mencetaknya dalam bentuk voucher untuk dijual kepada pelanggan.

Nah, sekarang pertanyaannya Bagaimana Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak baik-baik Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini ya.

Sebelum kita mulai Tutorial Mikrotik nya, pastikan dulu beberapa hal berikut sudah terpenuhi :

1. Pastikan Mikrotik Anda sudah bisa terkoneksi ke Internet

Jika belum baca disini :

2. Setting Waktu di Mikrotik dengan menggunakan NTP Client

Baca disini :

3. Pastikan Hotspot Mikrotik sudah ter-install dan berjalan dengan baik

Baca disini :

4. Install User Manager Mikrotik

Silakan baca disini :
 

5. Setting Hotspot Mikrotik agar menggunakan Manajemen User dari User Manager Mikrotik

Baca disini :
 

6. Dari sini saya anggap Mikrotik Anda sudah terkoneksi ke User Manager dengan baik


Tutorial Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik via User Manager

 

1. Login ke User Manager Mikrotik

Masukkan IPAddressMikrotik/userman pada browser. Pastikan IP Address tersebut bukan IP Address yang digunakan untuk interce Hotspot. Jika Anda menggunakan IPAddressHotspot/userman akan muncul pesan Error Not Found. Anda bisa gunakan Interface lain, misal ether1 dan diberi IP segmen selain hotspot.

2. Seting Users Variable pada User Manager Mikrotik

Setelah login, masuk ke menu Settings --> Appearance --> Pada kolom Table pilih Users. Masukkan variable sebagai berikut ke dalam kolom visible :
Username
Password
Start Time
End Time
Total Time Left
Till Time
Uptime Used
Uptime Limit
Money Paid  
Variable ini akan muncul pada menu users, sehingga detail user dapat kita ketahui dengan mudah.


3. Membuat User Profile pada User Manager Mikrotik

User Profile ini berisi informasi profile dari masing-masing Paket Hotspot yang akan kita jual. Kita bisa menambahkan user profile sebanyak paket internet yang akan kita buat. Cara membuat user profile bisa melalui Menu Profiles secara manual, namun saya akan contohkan untuk membuat secara semi otomatis menggunakan command pada Terminal di Winbox. Berikut contoh command nya :

/tool user-manager profile
add name="Paket 5 jam" name-for-users=5jam override-shared-users=off owner=\
mikrotikindo price=10000 starts-at=logon validity=2d
add name="Paket 1 hari" name-for-users=1hari override-shared-users=3 owner=\
mikrotikindo price=20000 starts-at=logon validity=1d
add name="Paket 1 Minggu" name-for-users=7hari override-shared-users=3 owner=\
mikrotikindo price=50000 starts-at=logon validity=1w
add name="Paket 1 Bulan" name-for-users=1bulan override-shared-users=5 owner=\
mikrotikindo price=120000 starts-at=logon validity=4w2d
add name="Paket Ulimited 1 Tahun" name-for-users=unlimited \
override-shared-users=off owner=mikrotikindo price=1000000 starts-at=\
logon validity=52w1d
Silakan sesuaikan parameter pada command tersebut dengan keinginan Anda. Terutama pada parameter owner, ganti dengan dengan username User Manager Anda. Hasil dari command tersebut bisa Anda lihat pada Menu Profiles di User Manager. Jika Belum ada perubahan pada menu profiles, silakan logout dan login lagi ke User Manager.
Shared Users bisa Anda tentukan juga jumlah nya.


4. Membuat Paket Hotspot Mikrotik pada User Manager

Profile yang sudah dibuat sebelumnya perlu ditambahkan dengan limitasi bandwidth dan durasi aktif akun nya. Caranya dengan menambahkan limitation pada profile tersebut. Anda bisa membuatnya satu per satu di Menu Profile --> tab Limitations

Disini saya akan gunakan kembali command terminal winbox. 
Contoh command nya sebagai berikut :
/tool user-manager profile limitation
add address-list="" download-limit=524288000B group-name="" ip-pool="" name=\
"Paket 5 jam" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=65000B \
rate-limit-min-tx=65000B rate-limit-rx=128000B rate-limit-tx=256000B \
transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=5h
add address-list="" download-limit=1073741824B group-name="" ip-pool="" name=\
"Paket 1 hari" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=128000B \
rate-limit-min-tx=128000B rate-limit-rx=256000B rate-limit-tx=512000B \
transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=1d
add address-list="" download-limit=5373952000B group-name="" ip-pool="" name=\
"Paket 1 Minggu" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=128000B \
rate-limit-min-tx=128000B rate-limit-rx=256000B rate-limit-tx=512000B \
transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=1w
add address-list="" download-limit=16106127360B group-name="" ip-pool="" \
name="Paket 1 Bulan" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=256000B \
rate-limit-min-tx=256000B rate-limit-rx=512000B rate-limit-tx=1000000B \
transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=4w2d
add address-list="" download-limit=0B group-name="" ip-pool="" name=\
"Paket Ulimited 1 Tahun" owner=mikrotikindo rate-limit-min-rx=512000B \
rate-limit-min-tx=512000B rate-limit-rx=1000000B rate-limit-tx=1000000B \
transfer-limit=0B upload-limit=0B uptime-limit=52w1d
Silakan sesuaikan parameter pada command dengan kebutuhan Paket Anda. Berikut keterangan pada masing-masing parameter command nya :
download-limit : quota limit download
upload-limit : quota limit upload
transfer-limit : quota limit download+upload
rate-limit-tx : speed limit download (jika quota sudah habis)
rate-limit-rx : speed limit upload (jika quota sudah habis)
rate-limit-min-tx : speed limit download (jika quota sudah habis)
rate-limit-min-rx : speed limit upload (jika quota sudah habis)
download-limit=0B : unlimited quota download
rate-limit-tx=262144B : speed limit download 256 kbps
Hasil nya adalah sebagai berikut :

5. Menghubungkan Limitation dengan Profiles User Manager Mikrotik

Setelah limitation dibuat, selanjutnya tinggal dihubungkan saja dengan Profile nya. Caranya dengan masuk ke Menu Profiles --> Pilih Profile --> Add new limitation --> Pilih limitation sesuai dengan paket nya --> Klik Add.
Lakukan hal serupa untuk Profile lainnya.

6. Men-Generate Username dan Password untuk Akun pada masing-masing Paket

Untuk membuat Akun secara otomatis pada masing-masing paket, kita bisa memanfaatkan fitur Batch user pada menu Users --> Add --> Batch --> tentukan jumlah user yang mau di generate pada kolom Number of users --> Pilih Paket --> Add.


Lakukan hal serupa untuk paket hotspot lainnya. Hasilnya sebagai berikut :


7. Menambahkan Logo pada User Manager Mikrotik

Sebenarnya langkah ini opsional, Anda bisa skip saja jika tidak ingin mengganti logo User Manager nya. Namun, pada Voucher yang akan kita buat nanti ada logo yang dicantumkan, jadi kita perlu untuk meng-upload logo. Caranya dengan mengakses FTP Mikrotik

Buat folder baru dengan nama umfiles, copy file logo ke dalam folder tersebut.

Untuk mengganti logo user manager, masuk ke Menu Settings --> Styles --> Edit path pada kolom Logo dengan path Logo yang sudah di-upload --> Save

8. Membuat Template Voucher Hotspot pada User Manager

Masih di Menu Settings --> pindah ke tab Templates --> pilih Vouchers. Template Voucher Hotspot Mikrotik dibagi menjadi 4 Bagian, yaitu Header, Row, Footer dan Break. Bagian yang akan kita edit hanya di Header dan Row saja. 

Berikut contoh code HTML yang sudah di custom.
Voucher code HTML untuk Header :

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<title>Vouchers</title>
<style>
@media print {
.noprint {
display: none;
}
.pagebreak {
page-break-after: always;
}
}
body {
font-family: 'verdana', 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;
padding: 50px 100px;
font-size: 12.3px;
}
div.box {
background-color: #94F3EB;
background-image: -webkit-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
background-image: -moz-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
background-image: -o-linear-gradient(270deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
background-image: linear-gradient(180deg,rgba(220,245,250,1.00) 0%,rgba(246,253,254,1.00) 100%);
background-repeat: repeat-x;
width: 3.6in;
height: 2.1in;
padding: 0 17px 18px 12px;
margin: 10px 0;
border: solid 1px #D9D9D9;
border-radius: 10px;
-webkit-border-radius: 2px;
-moz-border-radius: 2px;
}
div.box h2 {
background-color: #63C2EE;
border-color: #ED3939;
margin: 0 -17px 1px -12px;
padding: 15px 0px 0 10px;
height: 20px;
border-top-left-radius: 10px;
border-top-right-radius: 10px;
-webkit-border-radius: 2px;
-moz-border-radius: 2px;
font: bold 18px/0.2 Arial;
color: #fff;
text-align: center;
}
div.box h3 {
background-color: #FFF8DC;
border-color: #000;
border-style: solid;
border-width: 1px;
margin: -35px 0 0 70px;
padding: 12px 50px 3px 10px;
height: 8px;
width: 30px;
font: bold 12px/0 Arial;
color: #000;
}
div.box h4 {
background-color: #63C2EE;
border-color: #2B78C5;
/* IE6-9 */
margin: 0 -17px 1px -12px;
padding: 15px 0px 0 10px;
height: 20px;
border-bottom-left-radius: 10px;
border-bottom-right-radius: 10px;
-webkit-border-radius: 2px;
-moz-border-radius: 2px;
font: bold 12px/0.2 Arial;
text-align: center;
color: #fff;
}
.block-left {
background-color: transparent;
width: 170px;
height: 120px;
margin: 15px 0;
float: left;
}
.block-right {
background-color: transparent;
width: 150px;
float: right;
padding: 0px 5px 15px !important;
text-align: center;
}

.block-right > h5 {
font: bold 18px/0.1 verdana;
text-align: center;
color: #FF4141;
text-shadow: 2px 2px 2px #000;
margin: 25px 0;
}
.block-bottom {
background-color: transparent;
clear: both;
}
.txtbox img {
width: 50px;
height: 50px;
float: left;
padding-right: 5px;
}
</style>
</head>
<body>
Voucher code HTML untuk Row :

<div class="box">
<h2>MikrotikIndo-Hotspot Rp. %u_moneyPaid%</h2>
<div class="block-left">
<div class="txtbox">
<img alt="" src="/umfiles/logo.png"/><b>MikrotikIndo Wireless Hotspot Service</b>
</div>
<div class="txtbox2">
<p>Silakan Buka Browser, masukkan <b>Username</b> dan <b>Password</b> pada halaman login, <b>klik tombol login.</b></p>
</div>
</div>

<div class="block-right">
<h5>%u_timeLeft%</h5>
<p>Harga: <b>Rp. %u_moneyPaid%</b></p>
<div><p align="left">Username:</p><h3 align="center">%u_username%</h3></div>
<div><p align="left">Password:</p><h3 align="center">%u_password%</h3></div>
</div>
<div class="block-bottom">
<h4>Info lebih lanjut : mikrotikindo.blogspot.com</h4>
</div>
</div>
Code HTML tersebut hanya contoh saja, silakan Anda edit sendiri sesuai sesuai kebutuhan. Anda bisa gunakan Aplikasi Notepad++ atau Dreamweaver untuk mengedit code tersebut. 
  

9. Meng-Generate Voucher Hotspot Mikrotik 

Selanjutnya kita tinggal meng-generate secara otomatis voucher hotspot mikrotik nya. Caranya masuk ke Menu Users --> Pilih 4 user yang akan di Generate --> Generate --> Vouchers --> Klik Generate.


Kok cuma 4 user yang di centang? Kenapa gak semua aja sekalian di generate? Anda bisa coba untuk generate semua bersamaan. Nantinya Anda akan kesulitan pada saat proses mencetak (print) voucher. Karena jika terlalu banyak, tampilan voucher nya akan terpotong halaman. Jadi untuk aman nya, kita generate 4 berturut-turut saja.
Jika setelah di klik Generate tidak muncul apapun, coba klik tulisan berwarna biru berikut :
Tampilan Voucher Hotspot Mikrotik akan muncul pada popup browser.


10. Mencetak (Print) Voucher Hotspot Mikrotik Hasil Generate

Pada halaman popup browser yang berisi voucher hotspot mikrotik, tekan tombol ctrl + p untuk mulai mencetak (print). Saya sarankan untuk menggunakan Browser Google Chrome saat proses Generate dan cetak agar lebih mudah.


Klik More Settings --> pada Options centang Background graphics dan hilangkan centang Headers and Footers. Jika opsi Background graphics tidak di centang, maka tampilan cetak akan jadi aneh karena warna background nya tidak ikut dicetak. Sekarang tinggal print saja, dan ulangi hal serupa untuk voucher akun lain yang belum di generate.

Jika Template Hotspot Mikrotik ini dirasa terlalu ribet, Anda bisa coba pakai Template Hotspot Mikrotik yang tinggal print saja berikut ini :
Download Template Voucher Hotspot Mikrotik

Akhirnya selesai juga... Demikianlah Tutorial Cara Membuat Voucher Hotspot Mikrotik pada User Manager Mikrotik. Semua yang ada di Tutorial ini hanyalah contoh, silakan bisa anda contoh juga atau edit dengan kreasi Anda sendiri. Semoga bermanfaat ;)

Cara Mengatasi "No More Sessions are Allowed for User Hotspot Mikrotik"

Pesan Error Login Hotspot Mikrotik ada banyak. Pada artikel sebelum nya telah kita ulas tentang Penjelasan Pesan Error pada Halaman Login Hotspot Mikrotik. Kali ini akan kita bahas salah satu dari Pesan Error pada saat login Hotspot Mikrotik, yaitu No More Sessions are Allowed for User $(username).


Kenapa sih pesan error no more sessions are allowed for user $(username) mesti dibahas khusus?
Karena pesan error ini cukup sering muncul pada saat user hotspot login, terutama jika menggunakan username dan password yang sama untuk banyak orang.

Kenapa no more sessions are allowed for user $(username) bisa muncul? 
Dari hasil terjemahan ke bahasa Indonesia sudah bisa kita ketahui bahwa : sudah tidak ada lagi sesi yang diperbolehkan untuk username tersebut. Jadi disini username yang hendak dipakai oleh user sudah tidak punya sesi lagi yang diperbolehkan oleh Server Hotspot untuk digunakan user login. Hal ini disebabkan oleh konfigurasi hotspot mikrotik pada shared user yang terbatas, sementara user yang mau login lebih dari shared user yang ditentukan oleh setingan hotspot mikrotik.

Bagaimana cara mengatasi no more sessions are allowed for user $(username)?

Pada dasarnya manajemen user hotspot pada mikrotik ada dua, yaitu user manajemen hotspot default yang bisa kita akses pada menu IP --> Hotspot --> Tab Users dan Tab User Profiles. Silakan Baca Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik.


Selain itu juga bisa menggunakan User Manager pada RADIUS Server. Silakan Baca disini : Cara Install dan Seting User Manager Mikrotik

Nah, kedua fitur manajemen user tersebut punya kendala no more sessions are allowed for user $(username) serupa, namun cara mengatasinya berbeda. 

Cara Mengatasi Pesan Error no more sessions are allowed for user $(username) pada User Management Hotspot Mikrotik

1. Jika anda mendapati pesan error ini sebelum bisa login ke hotspot, silakan konek ke WiFi Hotspot tanpa login. Kemudian buka Winbox dan login via Mac Address.

Mengatasi Pesan error no more sessions are allowed

2. Perlu diperhatiakan, jika Anda belum login Hotspot kemudian mau konfig Mikrotik menggunakan Winbox via IP Address tidak akan bisa. Karena ada rule firewall dinamis yang memblokir akses tersebut. Jadi silakan login via MAC Address Mikrotik. 

3. Setelah login, silakan masuk ke manu IP --> Hotspot --> User Profiles --> Pilih User Profile yang digunakan.

Cara Mengatasi "No More Sessions are Allowed for User Hotspot Mikrotik"

4. Perhatikan pada opsi Shared Users Mikrotik. Pastikan jumlah shared users nya lebih banyak dari jumlah user yang diperblehkan login. Karena jika jumlah nya terbatas, user lain akan mendapati pesan error no more session dan tidak bisa login.

Cara Mengatasi Pesan Error no more sessions are allowed for user $(username) pada User Manager RADIUS Server

Berbeda dengan cara sebelumnya, untuk mengatasi no more sessions are allowed for user $(username) pada User Manager RADIUS Server tidak bisa hanya dilakukan dengan menambah Shared User pada Setingan User Manager saja. Namun tetap opsi Shared Users harus diisi sesuai penggunaan.

Mengatasi No more sessions are allowed User Manager

Pada gambar di atas, Shared User untuk user profile tamu saya set menjadi unimited. Jadi berapapun tamu yang mau akses HARUSNYA bisa terlayani dengan baik tanpa ada masalah login (Kecuali alokasi IP Address habis). Namun nyatanya tidak demikian.

Walaupun Shared Users pada User Manager di set Unlimited, Active session (sesi) user tamu yang login tetap tersimpan cukup lama dan dianggap aktif terus. Padahal user tersebut sudah tidak konek hotspot (tidak aktif). Hal ini akan mengakibatkan user tersebut dianggap masih aktif dan ketika user tersebut disconnect dan mau konek lagi atau ada user baru yang mau login jadi tidak bisa, dan muncul pesan error no more sessions are allowed for user $(username).
Masalah tersebut bisa diatasi dengan menghapus Active session user manager melalui menu Sessions. Tapi masa iya tiap kali muncul error itu kita harus clear inactive session manual, capek kan? Apalagi kalau user nya banyak, bisa tiap hari kerjaan nya cuma clear inactive session aja :D
Remove Sessions pada User Manager Mikrotik
Nah, untuk mengatasi hal tersebut kita bisa memanfaatkan Script yang dijalankan secara terjadwal (otomatis). Kita akan manfaatkan tool Script & Scheduler pada Mikrotik.
Menambahkan Script Auto Remove Session User Manager Mikrotik
Silakan copy Script berikut ini dan paste pada Manu System --> Scripts
# Script Source : Mikrotik Forums
# Script Starts Here.
# Setting Timeout in Seconds
# Timeout in Seconds, when session update is older -> session closed
:local Timeout 60

#------------------------------------------
:local LastSessionUpdate;
:local SessionTimeout;
:foreach i in=[/tool user-manager session find where active=yes] do={

# When was the last Update of the session-informations
:set LastSessionUpdate [/tool user-manager session get $i till-time]

# SessionTimeout is a value that tells me how many seconds ago the last update of this session was
:set SessionTimeout ([system clock get time] - [:pick $LastSessionUpdate ([:find $LastSessionUpdate " "]+1) [:len $LastSessionUpdate]]-[/system clock get gmt-offset])

# if last update is more then Timeout seconds ago then close session and log it
:if ($SessionTimeout > $Timeout) do={
/tool user-manager session remove numbers=$i
:log warning (" Removed false active session Username is " . [/tool user-manager session get $i user]);
}
}
Kemudian jalankan secara otomatis script tersebut menggunakan Scheduler.
Silakan set interval berapa lama script nya akan dieksekusi secara otomatis. Set interval sesuai dengan beban router Anda. Misal pada beban sekitar 150+ user pada router low end, dijadwalkan untuk setiap 5 menit. Karena script ini butuh waktu beberapa saat untuk melakukan perhitungan setiap user. Jadi tinggal sesuaikan saja dengan spek Router Mikrotik Anda.

Dengan melakukan kedua Tutorial Mikrotik tersebut permasalahan No More Sessions are Allowed for User pada Hotspot Mikrotik bisa diatasi. Saya sendiri sudah coba untuk yang User Manager dan 100% Work, tidak lagi muncul pesan error no more session saat user login.

Cara Membuat Beberapa Hotspot Server pada 1 Mikrotik dengan IP Berbeda

Tutorial Cara Membuat Beberapa Hotspot Server pada satu Mikrotik dengan IP Address yang Berbeda. Judul ini mungkin membuat Anda bingung. Jadi maksudnya begini, misalkan kita mau buat Hotspot khusus untuk Ruang Rapat dan Hotspot khusus Karyawan. Kedua nya mau dibedakan IP Address nya, supaya alokasi IP Address nya lebih banyak. Namun kita hanya punya satu Mikrotik yang digunakan untuk running Hotspot Server + User Manager

Lebih jelasnya bisa dilihat di gambar berikut ini :


Gambar tersebut saya ambilkan dari Tutorial Mikrotik sebelumnya tentang Cara Membuat Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel. Jadi disini saya melanjutkan dari tutorial tersebut, saya sarankan untuk membaca nya terlebih dahulu. Disini saya akan contohkan membuat 2 Hotspot Server yang berbeda IP Address pada 1 perangkat Mikrotik.


1. Buat interface Bridge sebanyak Hotspot yang mau kita buat. Disini saya contohkan membuat 2 Interface Bridge. 


2. Masukkan interface EoIP untuk ruang rapat dan pegawai sesuai dengan bridge nya.


3. Tambahkan IP Address untuk masing-masing interface Bridge nya.


4.  Buat 2 Hotspot Server melalui Hotspot Server Wizard.


5. Jangan lupa interface yang dipakai sebagai hotspot interface adalah masing-masing interface bridge yang sebelumnya sudah dibuat.


6. Masuk tab Server Profiles --> Silakan ganti nama profile nya sesuai dengan kegunaannya.



7. Kita juga bisa integrasikan kedua Hotspot Server Profile dengan User Manager via RADIUS. Silakan baca Tutorialnya disini Cara Setting User Manager dengan Hotspot Mikrotik.


8. Jika kita ga pakai User Manager, kita bisa gunakan user managemen bawaan hotspot nya. Silakan tambahkan User Hotspot nya pada tab Users.


9. Disini kita bisa memilih user tersebut mau dimasukkan ke Server Hotspot mana. Apakah user untuk ruang rapat atau untuk pegawai kantor, atau juga bisa untuk kedua server (all).

10. Sekarang silakan dicoba konek ke masing-masing access point hotspot.

11. Halaman login hotspot yang muncul untuk kedua Hotspot Server itu sama. Jika Anda mau mengganti Halaman Login Hotspotnya, silakan baca Tutorial nya disini : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik.

Jadi, setiap user yang konek ke Access Point Hotspot Kantor akan mendapatkan IP Address 192.168.20.0/24 sedangkan user yang konek ke AP Hotspot Ruang Rapat akan mendapatkan IP Address 192.168.10.0/24. 

Dengan begini akan lebih mudah me-manage Hotspot nya dan alokasi IP address nya juga lebih banyak. 

Kalau Anda mau membuat lebih dari 2 Hotspot Server silakan sesuaikan saja dengan kebutuhan.
Semoga bermanfaat :)

Cara Membuat Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel

Bagaimana cara membuat WiFi Hotspot Mikrotik dimana Access Point (AP) nya tidak terhubung langsung ke Server Hotspot Mikrotik nya? Pertanyaan tersebut yang muncul di benak saya ketika hendak mengimplementasikan sistem WiFi Hotspot Mikrotik dimana AP nya bertebaran dimana-mana, dengan lokasi yang berbeda (beda gedung dan beda ruangan). Selain itu yang lebih menyulitkan adalah semua AP tidak ada yang terhubung langsung ke eth nya Mikrotik yang dijadikan Hotspot Server.

Seperti yang kita tahu, jika ingin membuat Sistem Wireless Hotspot menggunakan Mikrotik, Access Point harus terhubung langsung ke interface Server Hotspot, agar bisa di bridge dengan interface lain jika ingin menggunakan lebih dari satu AP. Tetapi pada kasus yang saya alami sepertinya tidak bisa diterapkan, karena AP berada di bawah Switch dan Router lain nya, sehingga ada beberapa hop untuk sampai ke server hotspot.

Namun jangan khawatir, karena permasalahan tersebut masih bisa diakali. Caranya dengan menggunakan Ethernet over Internet Protocol (EoIP) Tunneling.
Apa itu EoIP Tunneling? Silakan baca penjelasannya disini : Membangun Tunnel dengan EoIP di Mikrotik.

Jadi konsepnya adalah dengan membuat interface EoIP pada Hotspot Server sebanyak jumlah AP nya. Jika ada 5 AP maka kita buat 5 interface EoIP pada Hotspot Server. Pada masing-masing AP juga dibuat satu interface EoIP yang mengarah ke Server Hotspot. Sehingga akan terjadi komunikasi point-to-point antara hotspot server dengan semua AP. Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :



Tapi tunggu dulu, EoIP merupakan MikroTik Proprietary (kepemilikan) artinya protocol ini hanya dapat berjalan/support pada Mikrotik RouterOS saja dan beberapa jenis linux. Jika AP yang Anda gunakan bukan Mikrotik, maka AP Anda tidak bisa membuat interface EoIP ini. 

Jadi, jika AP Anda misalnya menggunakan TP-Link, Dlink, dll maka interface EoIP dibuat pada Router Mikrotik sebelum AP itu, yang terhubung langsung dengan nya. Seperti pada contoh di Lantai 1 pada Gambar di atas. Kemudian AP tersebut mode nya dibuat Wireless AP Bridge, dan pada Mikrotik nya EoIP dan Interface eth yang ke AP di bridge.

Oke, sudah cukup dongeng sebelum tidur nya. Udah mulai ngantuk kan?? hehe..
Sekarang kita langsung coba buat Konfigurasi Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunnel.

Sebelum mulai, pastikan semua AP dan Mikrotik yang akan dibuat EoIP Tunnel sudah bisa komunikasi dua arah. Artinya konfigurasi IP dan Routing nya sudah beres. Karena jika tidak, tunnel EoIP tidak akan terbentuk.

1. Buat Interface EoIP sejumlah AP yang digunakan. Buka Winbox, Masuk ke Menu Interface --> Masuk Tab EoIP --> Add EoIP
Disini yang perlu diperhatikan adalah pada kolom Remote Addres dan Tunnel ID.
- Remote Address : diisi IP Address AP
- Tunnel ID : ID unik untuk AP tersebut. Tiap AP Berbeda ID.


 2. Buat interface EoIP di sisi AP menuju ke Server. Caranya sama seperti di atas. Dengan Remote Address IP dari Server dan Tunnel ID sama dengan yang dipakai di Server.


3. Lakukan langkah 1 dan 2 untuk semua AP yang digunakan.

4. Pada masing-masing AP / Mikrotik, buat bridge dan masukan interface EoIP dan Wlan nya.



4. Pada Server Hotspot, Buat Interface Bridge dan beri IP Address.

5. Masukkan Semua Interface EoIP ke port Bridge yang dibuat sebelumnya.


6. Buat Hotspot Server pada menu IP --> Hotspot --> Hotspot Setup --> Pilih interface Bridge yang digunakan sebagai interface hotspot. Untuk panduan langkah-langkah cara membuat hotspot silakan baca disini : Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik

7. Sampai disini, silakan coba konek ke AP, harusnya halaman login hotspot sudah muncul. Jika Belum silakan cek kembali konfigurasi Anda.

8. Setelah ini Anda bisa ganti halaman Login Hotspot nya, seperti pada artikel berikut : Cara Mengganti Halaman Login Hotspot Mikrotik

9. Anda juga bisa memadukan hotspot dengan User Manager Mikrotik untuk manajemen user nya. Baca Tutorial nya disini : Cara Setting User Manager dengan Hotspot Mikrotik

10. Jika Anda ingin membuat WiFi Sistem Roaming dengan 1 SSID, bisa diset pada semua AP untuk menggunakan 1 SSID dan Frequensi yang sama.

Demikianlah Tutorial Cara Membuat Hotspot Mikrotik tanpa Terhubung Langsung ke AP Menggunakan EoIP Tunneling. Semoga bermanfaat :)