Showing posts with label linux. Show all posts
Showing posts with label linux. Show all posts

Cara Install Kali Linux di Android


Kali Linux merupakan salah satu distribusi Linux tingkat lanjut untuk Penetration Testing keamanan. Kali Linux tersebut juga merupakan Senjata Hacking Reinkarnasi BackTrack. Untuk para pecinta jaringan dan Security tentu sudah tidak asing dengan Operating System satu ini. Tapi sudah taukan anda OS ini dapat dijalankan di Android? Apakah bisa? Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang bagaimana Cara menginstall OS Kali Linux di Android. Langsung saja Simak Tutorial dari kami :

Persyaratan : 


  • Android sudah dalam keadaan Root
  • 1 GHz CPU atau diatasnya
  • Minimal RAM : 512mb
  • Memori yang dibutuhkan : 4GB


Bahan-bahan yang diperlukan :

1. Download dan Install Linux Deploy : Google Playstore
2. dan AndoidVNC dari Playstore

Cara Install :

1. Buka aplikasi Linux Deploy dan cari tanda panah dalam simbol kotak. Seperti gambar dibawah


2. Kita perlu mengubah beberapa pengaturan Propertiesnya.

- Pertama mengubah distribusi menjadi Kali Linux
- Kemudian gulir semua jalan ke bawah dan mengubah pengaturan VNC untuk mencocokkan Android anda

Pengaturan seperti gambar dibawah

Akan secara otomatis menyesuaikan resolusi Android kita, tetapi kita juga dapat mengubah pada halaman ini

Contoh Tampilan pada Android Samsung I8262

2. Jika sudah tersetting sesuai dengan perangkat Android Langsung pilih Install, Proses akan menghasilkan file img Kemudian download semua paket yang diperlukan. Perkiraan waktu download  10-20 menit. Kita juga akan mendapatkan pesan error atau berhasil dalam proses menginstall

3. Tekan panah di Tombol kotak lagi, Proses akan membawa kita kembali ke halaman dengan pilihan customisasi. Yang harus kita lakukan pada tahap ini adalah tekan reconfigure dan tunggu sekitar 3 menit. Setelah itu lakukan proses Install dan dikonfigurasi ulang dengan tidak ada kesalahan.

4. Buka AndroidVNC. Isikan Port : 5900, Password: changeme seperti gambar dibawah

5. Selesai

Sekian Tutorial cara memasang OS Kali Linux di perangkat Android dengan AndroidVNC. Semoga bermanfaat.

Kumpulan Keyboard Shortcut pada Linux


Keyboard shortcut adalah jalan pintas/cara cepat untuk menjalakan suatu diprogram komputer pada suatu sistem yang terinstal di komputer.. Tombol shortcut keyboard ini berfungsi untuk memudahkan, mempercepat pekerjaan pada saat kita mengetik atau melakukan aktivitas pada komputer. Berikut adalah contoh Keyboard Shortcut pada Linux :


General keyboard shortcut :
Ctrl + A = Select all
Ctrl + C = Copy the highlighted content to clipboard
Ctrl + V = Paste the clipboard content
Ctrl + N = New (Create a new document, not in terminal)
Ctrl + O = Open a document
Ctrl + S = Save the current document
Ctrl + P = Print the current document
Ctrl + W = Close the close document
Ctrl + Q = Quit the current application


Keyboard shortcuts for GNOME desktop :
Ctrl + Alt + F1 = Switch to the first virtual terminal
Ctrl + Alt + F2(F3)(F4)(F5)(F6) = Select the different virtual terminals
Ctrl + Alt + F7 = Restore back to the current terminal session with X
Ctrl + Alt + Backspace = Restart GNOME
Alt + Tab = Switch between open programs
Ctrl + Alt + L = Lock the screen.
Alt + F1 = opens the Applications menu
Alt + F2 = opens the Run Application dialog box.
Alt + F3 = opens the Deskbar Applet
Alt + F4 = closes the current window.
Alt + F5 = unmaximizes the current window.
Alt + F7 = move the current window
Alt + F8 = resizes the current window.
Alt + F9 = minimizes the current window.
Alt + F10 = maximizes the current window.
Alt + Space = opens the window menu.
Ctrl + Alt + + = Switch to next X resolution
Ctrl + Alt + – = Switch to previous X resolution
Ctrl + Alt + Left/Right = move to the next/previous workspace


Keyboard shortcuts for Terminal :
Ctrl + A = Move cursor to beginning of line
Ctrl + E = Move cursor to end of line
Ctrl + C = kills the current process.
Ctrl + Z = sends the current process to the background.
Ctrl + D = logs you out.
Ctrl + R = finds the last command matching the entered letters.
Enter a letter, followed by Tab + Tab = lists the available commands beginning with those letters.
Ctrl + U = deletes the current line.
Ctrl + K = deletes the command from the cursor right.
Ctrl + W = deletes the word before the cursor.
Ctrl + L = clears the terminal output
Shift + Ctrl + C = copy the highlighted command to the clipboard.
Shift + Ctrl + V (or Shift + Insert) = pastes the contents of the clipboard.
Alt + F = moves forward one word.
Alt + B = moves backward one word.
Arrow Up/Down = browse command history
Shift + PageUp / PageDown = Scroll terminal output


Keyboard shortcuts for Compiz :
Alt + Tab = switch between open windows
Win + Tab = switch between open windows with Shift Switcher or Ring Switcher effect
Win + E = Expo, show all workspace
Ctrl + Alt + Down = Film Effect
Ctrl + Alt + Left mouse button = Rotate Desktop Cube
Alt + Shift + Up = Scale Windows
Ctrl + Alt + D = Show Desktop
Win + Left mouse button = take screenshot on selected area
Win + Mousewheel = Zoom In/Out
Alt + Mousewheel = Transparent Window
Alt + F8 = Resize Window
Alt + F7 = Move Window
Win + P = Add Helper
F9 = show widget layer
Shift + F9 = show water effects
Win + Shift + Left mouse button = Fire Effects
Win + Shift + C = Clear Fire Effects
Win + Left mouse button = Annotate: Draw
Win + 1 = Start annotation
Win + 3 = End annotation
Win + S = selects windows for grouping
Win + T = Group Windows together
Win + U = Ungroup Windows
Win + Left/Right = Flip Windows


Keyboard shortcut for Nautilus :
Shift + Ctrl + N = Create New Folder
Ctrl + T = Delete selected file(s) to trash
Alt + ENTER = Show File/Folder Properties
Ctrl + 1 = Toggle View As Icons
Ctrl + 2 = Toggle View As List
Shift + Right = Open Directory (Only in List View)
Shift + Left = Close Directory (Only in List View)
Ctrl + S = Select Pattern
F2 = Rename File
Ctrl + A = Select all files and folders
Ctrl + W = Close Window
Ctrl + Shift + W = Close All Nautilus Windows
Ctrl + R = Reload Nautilus Window
Alt + Up = Open parent directory
Alt + Left = Back
Alt + Right = Forward
Alt + Home = go to Home folder
Ctrl + L = go to location bar
F9 = Show sidepane
Ctrl + H = Show Hidden Files
Ctrl + + = Zoom In
Ctrl + – = Zoom Out
Ctrl + 0 = Normal Size


Keyboard Shortcut ini bisa kita ubah sendiri , yaitu dengan cara :
Klik : Preferences > Keyboard Shortcuts. Sekian Kumpulan Keyboard Shorcut pada Linux semoga bermanfaat

Cara Merubah IP address dengan Terminal Linux

Hasil gambar untuk linux

Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana cara mengganti IP address pada Sistem Operasi Linux dengan menggunakan terminal (Character User Interface). Saya sendiri menggunakan Operating System Linux


Langsung saja buka terminal terlebih dahulu terminal yang akan digunakan untuk mengkonfigurasi IP address. Untuk membuka terminal menekan tombol shortcut keyboard Ctrl + Alt + T pada keyboard.
Setelah terminal terbuka, kita lanjut untuk konfigurasi IP address melalui terminal. Lakukan langkah-langkah berikut :


  • Login sebagai Root. dengan perintah sudo -i lalu tekan Enter. Proses ini akan meminta password, jadi masukkan password saat login ke ubuntu anda. Pada sistem operasi Linux Ubuntu, konfigurasi IP address disimpan pada file /etc/network/interfaces. Untuk mengkonfigurasi IP address, maka lakukan konfigurasi pada file tersebut dengan menggunakan utility nano.
  • Ketikkan perintah nano /etc/network/interfaces lalu tekan tombol Enter. Setelah file tersebut ditampilkan, maka tampilannya akan seperti berikut :




Untuk membuat sebuah alamat IP Address, isikan data seperti berikut :






Keterangan :

iface = interface
eth0 = interface yang digunakan (ethernet 0)
static = menggunakan IP address static / manual

Pada baris address (sebelah parameter address), isikan IP address yang anda inginkan. Pada baris netmask, isikan subnet mask yang akan digunakan, dan yang lainya.

Selain address dan masking, anda juga dapat menambahkan parameter lain seperti halnya gateway, DNS Server, dll.

Setelah konfigurasi selesai, tekan tombol Ctrl + X pada keyboard untuk keluar dari utility nano.

Setelah itu akan muncul konfirmasi Save modifier buffer (ANSWERING "No" WILL DESTROY CHANGES), tekan tombol Y untuk menyimpan konfigurasi.

Lalu akan muncul lagi konfirmasi File Name to Write: /etc/network/interfaces, tekan Enter.

Setelah IP address selesai dikonfigurasi, maka langkah selanjutnya adalah mengaktifkan IP address tersebut. Untuk mengaktifkannya, restart networking dari sistem tersebut.

Gunakan perintah etc/init.d/networking restart lalu tekan Enter. Hasilnya akan tampak seperti tampilan berikut :


Setelah itu konfigurasi IP address selesai dibuat. Untuk pengecekan.

Gunakan perintah ifconfig eth0 lalu tekan Enter.

Jika sudah benar, maka IP address tersebut pun sudah dapat digunakan ke dalam jaringan.Itulah Tutorial kali ini tentang  merubah IP address pada linux dengan Terminal. Semoga tutorial di atas bisa bermanfaat untuk semua

Install Google Chrome di Kali Linux dengan Terminal


Browser adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima dan menyajikan sumber informasi di Internet. Sebuah sumber informasi diidentifikasi dengan pengidentifikasi sumber seragam yang dapat berupa halaman web, gambar, video, atau jenis konten lainnya
Saya akan share tentang Tutorial Install Browser Google Chrome di Kali Linux Rolling dengan Terminal. Google Chrome adalah sebuah peramban web sumber terbuka yang dikembangkan oleh Google.
Sebelum melakukan Proses Instalasi, download File Google Chrome di Website resmi Google untuk Linux yang berekstensi .Deb yang dapat di Download Pada Link INI. Klik Download Chrome, Untuk Package nya pilih Package 64 bit .deb(For Debian/Ubuntu) Package tersebut dapat digunakan untuk OS Kali Linux. Kemudian Klik Accept and Install. Tunggu hingga Download Selesai



  • Setelah Download selesai buka file Google Chrome yang anda Download tadi dapat Menggunakan Terminal Kali Linux. Buka Terminal dengan shortcut keyboard CTRL+ALT+T arahkan ke folder Download anda dengan perintah cd (Change Directory) dan untuk cek apakah file yang di download tadi ada di folder Download gunakan perintah ls. Untuk perintah cd sesuaikan user dan tempat download Karena saya menggunakan user root dan tempat simpan file download saya di default jadi saya menggunakan Perintah cd /root/Downloads untuk kalian sesuaikan user dan tempat downloadnya ya.



  • Kemudian Install Package Google Chrome dengan Perintah sudo dpkg-i. untuk file Google Chrome nya sesuaikan hardware/versi kali linux kalian.
           Perintah untuk Versi 32 bit :
              
               sudo dpkg -i google-chrome-stable_current_i386.deb

           Perintah untuk Versi 64 bit :

               sudo dpkg -i google-chrome-stable_current_amd64.deb


  • Ketika sudah terinstall buka browser tersebut dapat melalui Terminal dengan Perintah google-chrome


  • Jika terdapat error seperti gambar diatas. Google Chrome can not be run as root. Itu terjadi karena Google Chrome tidak dapat berjalan di root namun jangan khawatir karena kita dapat mengatasinya dengan edit file google-chrome pada direktori /opt/google/chrome/
           Masuk ke direktori dengan perintah :

                cd /opt/google/chrome

           Ketika sudah masuk direktori Edit file google-chrome dengan perintah :

                leafpad google-chrome

  • Pada file google-chrome tersebut Cari kata exec -a "$0" "$HERE/chrome"  "$@"



  • Kalau sudah ketemu Tambahkan --user-data-dir --no-sandbox di sebelahnya seperti gambar di bawah

  • Kemudian coba Buka Kembali Google Chrome dan sekarang tidak ada error lagi :)


Sekian Tutorial Install Google Chrome di Kali Linux dengan Terminal. Jika ada yang ingin ditanyakan dapat ditulis di kolom Komentar di bawah Postingan ini. Semoga Bermanfaat.


Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll

Bagaimana cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux? Pertanyaan itu mungkin pernah mencuat di benak anda pengguna open surce terutama Linux. Seperti yang kita tau winbox adalah aplikasi yang berfungsi untuk melakukan konfigurasi pada sistem operasi jaringan RouterOS Mikrotik dimana aplikasi Winbox ini berjalan pada OS Windows. Terus gimana caranya biar winbox bisa berjalan di Linux? Nah, kali ini kita akan membahas pertanyaan tersebut.

Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu
Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint
Winbox Mikrotik dapat dijalankan pada sistem operasi Linux, seperti Ubuntu, Linux Mint, Debian, dan distro linux lainnya. Cara menjalankan winbox Mikrotik di Ubuntu dan Linux Mint cukup mudah. Caranya sama saja, yaitu dengan menggunakan aplikasi Windows Emulator atau sering disebut wine. Dengan menggunakan wine kita dapat menjalankan aplikasi windows di Linux. 

Instalasi Wine

Silakan install wine dulu pada linux anda masing-masing. Anda dapat melihat cara install wine disini. Berikut ini saya pandu untuk instalasi Wine pada Linux Mint dan Ubuntu. Dalam hal ini saya menggunakan Linux Mint 18,1 codename "Serena".

1. Buka Terminal.
2. Tambahkan repository wine melalui perintah berikut :
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-wine/ppa
3. Update repository
sudo apt-get update
4. Download dan Install Wine
sudo apt-get install wine
5. Silakan tunggu hingga proses instalasi selesai. Proses ini agak lama, tergantung koneksi internet anda, karena akan beberapa kali download installer.

Download Winbox

Setelah Wine selesai diinstall, silakan download winbox mikrotik untuk linux terbaru dari Mikrotik. Caranya buka web browser, masuk ke web nya mikrotik dan cari link download winbox nya, sama seperti yang sudah saya tuliskan disini : Download Winbox Mikrotik versi Terbaru

Nah, hasil download nya berupa file winbox.exe ada di dalam folder Downloads. Silakan buka File Manager, masuk ke folder Downloads. Buka file winbox.exe dengan cara klik 2x.

Cara Download Winbox di Linux
Download Winbox Mikrotik di Linux

Jika Aplikasi Wine sudah berhasil terinstall dengan baik sebelumnya, maka ketika file winbox.exe dibuka akan muncul jendela Winbox Mikrotik.

Cara Remote Mikrotik di Linux Menggunakan Winbox
Remote Mikrotik di Linux Menggunakan Winbox

Mikrotik Winbox loader akan muncul seperti paga gambar di atas. Tinggal isikan IP address, dan login detail nya dan klik connect. Tampilan Winbox pada Linux nya seperti pada gambar berikut ini :

Remote Mikrotik Winbox di Linux Mint
Winbox Mikrotik berjalan di Linux Mint

Winbox Mikrotik saya jalankan pada Linux Mint 18.1 dapat bekerja dengan baik dan berjalan lancar. Silakan anda coba menggunakan Winbox Mikrotik pada Linux anda masing-masing.

Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux

Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux. Apakah Anda tahu tentang OS Linux? Tentunya sudah tahu dengan yang satu ini yaitu OS yang sangat canggih sekali menurut saya karena bisa open source sehingga memudahkan kita untuk membuat remastering sesuka hati. Pada pembahasan kali ini akan saya jelaskan tentang dasar dasar dari OS Linux itu sendiri, bagi yang sudah mengerti betul tentang Linux maka silahkan tidak usah di baca artikel ini dan bagi yang newbie silahkan di baca baik baik.

Apakah kalian tahui tentang Sistem File pada Linux? Sistem file pada Linux menyerupai pepohonan (tree), yaitu dimulai dari root, kemudian direktori dan sub dirrektori. Sistem file pada Linux diatur secara hirarkhi, yaitu dimulai dari root dengan symbol “/”. Kita dapat menciptakan File dan Direktori mulai dari root ke bawah. Direktori adalah file khusus, yang berisi nama file dan INODE (pointer yang menunjuk ke data / isi file tersebut). Secara logika, Direktori dapat berisi File dan Direktori lagi (disebut juga Subdirektori).

Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux
  

Kemudian kita akan berlanjut ke Direktory Standar dari linux. Berikut akan saya jelaskan sedikit tentang Direktory Standar pada Linux beserta keterangannya.

/etc     : Berisi file administrative (konfigrasi dll) dan file executable atau script yang berguna untuk administrasi system.

/dev   : Berisi file khusus yang merepresentasikan peralatan hardware seperti memori, disk, printer, tape, floppy, jaringan dll.

/bin                   : Berisi utilitas sistem level rendah (binary) .

/sbin                :  Berisi utilitas sistem untuk superuser (untuk membentuk administrasi sistem).

/usr/sbin, /usr/bin   : Berisi utilitas sistem dan program aplikasi level tinggi.

/usr/lib           : Berisi program library yang diperlukan untuk kompilasi program (misalnya C). Berisi instruksi (command) misalnya untuk Print Spooler (lpadmin) dll.

/tmp            : Berisi file sementara, yang pada saat Bootstrap akan dihapus (dapat digunakan oleh sembarang user).

/boot           : Berisi file yang sangat penting untuk proses bootstrap. Kernel vmlinuz disimpan di direktori ini.

/proc           : Berisi informasi tentang kernel Linux, proses dan virtual system file.

/var             : Direktori variable, artinya tempan penyimpanan LOG (catatan hasil output program), file ini dapat membengkak dan perlu dimonitor perkembangannya.

/home          : Berisi direktori untuk pemakai Linux (pada SCO diletakkan pada /usr)

/mnt                 : Direktori untuk mounting system file

/root                 : Home direktori untuk superuser (root)

/usr/bin/X11   : Symbolic link ke /usr/X11R6/bin, program untuk X-Window /usr/src           : Source code untuk Linux

 /opt             : Option, direktori ini biasanya berisi aplikasi tambahan (“addon”) seperti Netscape Navigator, kde, gnome, applix dll.

Mungkin penjelasan di atas sedikit memberikan gambaran bagi Anda dalam belajar OS Linux. Kemudian saya juga akan menjelaskan direktory etc. Apa itu direktory etc, mari kita bahas bersama sama. 

1. Direktory / Etc  
 Berisi file yang berhubungan dengan administrasi system, maintenance script, konfigurasi, security dll. Hanya superuser yang boleh memodifikasi file yang berada di drektori ini. Subdirektori yang sering diakses pada direktori /etc antara lain :

httpd, apache web server. 
ppp, point to point protocol untuk koneksi ke Internet. 
rc.d atau init.d, inisialisasi (startup) dan terminasi (shutdown) proses di Linux dengan konsep runlevel. 
cron.d, rincian proses yang dieksekusi dengan menggunakan jadwal(time dependent process)
FILES, file security dan konfigurasi meliputi : passwd, hosts, shadow, ftpaccess, inetd.conf, lilo.conf, motd, printcap, profile, resolv.conf, sendmail.cf, syslog.conf, dhcp.conf, smb.conf, fstab.

2. Direktory / Div Konsep Unix dan Linux adalah memperlakukan peralatan hardware sama seperti penanganan file. Setiap alat mempunyai nama file yang disimpan pada direktori /dev.

Peralatan                                               Konsep

Floppy                    : /dev/fd0

Harddisk                : IDE : /dev/had, /dev/hdb, /dev/hdc, /dev/hdd

                               :
SCSI : /dev/sda, /dev/sdb, /dev/sdc 
CDROM                : SCSI : /dev/scd0, /dev/scd1

                               :
IDE : /dev/gscd, /dev/sonycd
                   
                              :
Universal : /dev/cdrom (link dari actual cdrom ide atau scsi)
Mouse                   : PS2 : /dev/lp0
  
                              : Universal : /dev/mouse
Parallel Port          : LPT1 : /dev/lp0

                               :
LPT2 : /dev/lp1
Serial Port            : COM1 : /dev/ttyS0

                               : COM2 : /dev/ttyS1
       
                               : Universal : /dev/modem (link dari S0 atau S1)

3. Direktori /proc 
Direktori /proc adalah direktori yang dibuat diatas RAM (Random Access Memory) dengan system file yang diatur olehkernel. /proc berisi nomor proses dari system dan nama driver yang aktif di system. Semua direktori berukuran 0 (kosong) kecuali file kcore dan self. Setiap nomor yang ada pada direktori tsb merepresentasikan PID (Process ID).

4. TIPE FILE
 Perlu Anda ketahui bahwa pada OS Linux terdapat 6 tipe file, di antaranya yaitu sebagai berikut ini:

1. Ordinary file 

2. Direktori 

3. Block Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data
per block (misalnya 1 KB block), seperti disk, floppy, tape. 

4. Character Device (Peralatan I/O)
Merupakan representasi dari peralatan hardware yang menggunakan transmisi data
karakter per karakter, seperti terminal, modem, plotter dll 

5. Named Pipe (FIFO)
File yang digunakan secara intern oleh system operasi untuk komunikasi antar
proses 

6. Link File 

Kemudian pada linux juga ada Properti File yang memiliki atribut atribut sebagai berikut:


Tipe file               : menentukan tipe dari file, yaitu :

tipe file pada sistem operasi linux


Ijin akses              : menentukan hak user terhadap file ini.


Jumlah link           : jumlah link untuk file ini.

Pemilik (Owner)   : menentukan siapa pemilik file ini

Group                    : menentukan group yang memiliki file ini

Jumlah karakter    : menentukan ukuran file dalam byte

Waktu pembuatan  : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi

Nama file                : menentukan nama file yang dimaksud, contohnya sebagai berikut ini:


nama file pada sistem operasi linux

Mungkin itu saja postingan kali ini tentang Cara Mengenal Operasi File dan Struktur Direktory Pada Linux yang dapat saya sampaikan dan apabila postingan ini masih kurang mohon di maklumi saja. Apabila kurang jelas postingan ini Anda bisa bertanya melalui kolom komentar di bawah ini.