Berikut ini adalah Tutorial Cara Install Windows XP di VPS Vultr dengan menggunakan Custom ISO Win XP Pro yang sudah dibuat khusus untuk bisa dijalankan di VPS Vultr. Dengan menggunakan VPS Vultr untuk menginstall Windows XP ini, kita nantinya bisa melakukan RDP (Remote Desktop Protocol) Windows XP di Vultr dengan mudah dan murah.
Seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya tentang Tutorial Cara Install Mikrotik di VPS Vultr, bahwa Vultr ini merupakan vendor VPS yang menawarkan harga paket VPS yang murah. Dengan $5 kita sudah bisa menyewa VPS dengan spesifikasi 1 GB RAM, 25 GB SSD, 1 Core CPU, dan Bandwidth 1 TB.
Kenapa Menggunakan Windows XP?
Saya menggunakan windows xp daripada versi Windows lain yang lebih baru karena Win XP ini irit dalam penggunaan RAM. Jika dibandingkan dengan versi windows lain, terutama windows server, maka konsumsi RAM windows xp lebih hemat. Hal ini sangat membantuk bagi kita yang akan menggunakan banyak aplikasi di dalam RDP windows XP di VPS Vultr ini.
Bagaimana Cara Install Windows XP di VPS Vultr?
Caranya sangat mudah, Namun sebelumnya teman-teman harus punya akun vultr nya dulu ya, silakan daftar vultr disini.
Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS) sudah pernah saya bahas pada artikel sebelumnya tentang Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS). Terus apa bedanya dengan tutorial kali ini? Bedanya adalah pada vendor VPS nya. Pada artikel sebelumnya saya menggunakan vendor VPS Digital Ocean (DO), nah kali ini saya coba gunakan vendor VPS lain yang sedang populer yaitu Vultr.
Kenapa Vultr jadi lebih populer dari Digital Ocean? Hal ini karena lagi-lagi soal duit. Ya, harga sewa VPS di Vultr lebih murah daripada di Install Mikrotik di VPS Digital Ocean walaupun dengan spek yang sama. Dengan spesifikasi yang hampir sama, $5 di Digital Ocean cuma $2,5 di Vultr. Begitu juga dengan yang harga $10 di DO, $5 di Vultr. Lebih hemat biaya kan. Saya juga sudah mulai migrasikan server saya di DO ke Vultr supaya lebih irit :D
Install Mikrotik di VPS Vultr
Sebenarnya untuk proses install mikrotik di VPS vultr dan DO hampir mirip sih. Cuma ada beberapa hal yang perlu dikonfigurasi ulang karena perbedaan setingan server nya.
Nah, bagi teman-teman yang ingin nyoba pakai VPS Vultr untuk install mikrotik, kali ini saya sudah buatkan Tutorial Video tentang Tutorial Cara Install Mikrotik di VPS Vultr. Namun sebelumnya, teman-teman harus punya akun vultr nya dulu ya, silakan daftar vultr disini.
Virtual Box merupakan Software Virtualisasi untuk menginstall sebuah OS atau Operating System, kita tahu bahwa arti dari kata Virtualisasi merujuk pada Oxford adalah "Convert (Sesuatu) untuk simulasi Komputer" yang artinya mengubah/ mengkonversi ke bentuk Simulasi dari bentuk nyata atau Real. Nah jadi buat para agan-agan yang mau coba-coba buat latihan menginstall OS, tidak usah repot-repot harus menginstall ulang PC/Laptop, cukup gunakan Software Virtual Box ini untuk coba-coba atau belajar menginstall sebuah Operating System.
Nah Bagaimana cara Install Virtual Box di Operating System Kali Linux? Saya akan bahas satu-persatu. Tolong Simak baik-baik.
Cara Pertama : yang harus disiapkan adalah file VirtualBox tentunya khusus untuk OS Linux dengan Extensi Deb. Dapat di Download di Website Resmi Virtual Box : https://www.virtualbox.org/wiki/VirtualBox
Cara Install Virtual Box extensi Deb ini gunakan perintah pada Terminal :
dpkg -i (nama_file)
Cara Kedua : Untuk Cara yang kedua ini Langsung melakukan Instalasi karena Repository sudah ada di Kali Linux. Pertama ketik Perintah apt-get update untuk mengupdate Repository Kali Linux
apt-get update
Jika sudah semua Repository terupdate termasuk Repository untuk Virtual Box dan tidak terjadi error langsung ketik perintah :
apt-get install-y virtualbox-guest-x11
Jika Instalasi Repository tidak terjadi error seperti Gambar dibawah itu tandanya Virtual Box sudah Siap di Kali Linux anda
Agar Instalasi Virtual Box Berjalan dengan Lancar disarankan untuk merestart Kali Linux dapat dengan Perintah Reboot. Langkah Selanjutnya ketik perintah :
sudo apt-get install virtualbox
Jika instalasi tidak ada Error juga maka Virtual Box sudah bisa digunakan. Buka dengan Perintah :
virtualbox
Sekian Tutorial dari Kami Semoga dapat membantu agan-agan. Kalau ada pertanyaan dapat ditulis di Kolom Komentar ya. Terima Kasih
Virtual Private Network (VPN) adalah suatu metode untuk mengkoneksikan antar node jaringan dengan cara memanfaatkan koneksi Internet (Jaringan Publik/WAN) dan menggunakan protokol yang terenkripsi sehingga lebih aman. VPN merupakan salah satu solusi jitu untuk menghubungkan beberapa lokasi yang berjauhan dengan mudah memanfaatkan koneksi Internet masing-masing lokasi.
Contoh penerapannya adalah ketika Anda mengelola jaringan untuk beberapa kantor di lokasi yang berbeda dan berjauhan satu sama lainnya. Untuk menghubungkan keselruhan kantor tersebut menggunakan link fisik tentu akan membutuhkan biaya yang besar. Nah, dengan menggunakan VPN kita bisa membangun sebuah link antar kantor dengan memanfaatkan jaringan internet yang sudah ada. Link yang terbentuk dilengkap dengan enkripsi sehingga meminimalisir kemungkinan data akan diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Menu Pada RouterOS Mikrotik untuk Mengaktifkan VPN di Mikrotik
VPN pada Mikrotik support beberapa metode, seperti : PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. Dengan adanya beberapa opsi ini, kita perlu memilih tipe VPN yang cocok untuk jaringan kita. Secara umum semua type tersebut memiliki fungsi yg sama. Yang membedakan adalah autentikasi dan enkripsi yg digunakan.
Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita bahas satu per satu Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik :
PPTP (Point to Point Tunnel Protocol)
PPTP merupakan salah satu type VPN yang paling sederhana dalam konfigurasi. Selain itu juga fleksibel. Mayoritas operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget seperti android. Komunikasi PPTP menggunakan protokol TCP port 1723, dan menggunakan IP Protocol 47/GRE untuk enkapsulasi paket datanya. Pada setting PPTP, kita bisa menentukan network security protocol yang digunakan untuk proses autentikasi PPTP pada Mikrotik, seperti pap, chap, mschap dan mschap2. Kemudian setelah tunnel terbentuk, data yang ditransmisikan akan dienkripsi menggunakan Microsoft Point-to-Point Encryption (MPPE). Proses enskripsi biasanya akan membuat ukuran header paket yang ditransmisikan akan bertambah. Jika kita monitoring, traffic yang melewati tunnel PPTP akan mengalami overhead ± 7%.
L2TP (Layer 2 Tunnel Protocol)
L2TP merupakan pengembangan dari PPTP ditambah L2F. Network security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP. Akan tetapi untuk melakukan komunikasi, L2TP menggunakan UDP port 1701. Biasanya untuk keamaanan yang lebih baik, L2TP dikombinasikan dengan IPSec, menjadi L2TP/IPSec. Contohnya untuk Operating system Windows, secara default OS Windows menggunakan L2TP/IPSec. Akan tetapi, konsekuensinya tentu saja konfigurasi yang harus dilakukan tidak se-simple PPTP. Sisi client pun harus sudah support IPSec ketika menerapkan L2TP/IPSec. Dari segi enkripsi, tentu enkripsi pada L2TP/IPSec memiliki tingkat sekuritas lebih tinggi daripada PPTP yg menggunakan MPPE. Traffic yang melewati tunnel L2TP akan mengalami overhead ± 12%.
SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol)
Untuk membangun VPN dengan metode SSTP diperlukan sertifikat SSL di masing-masing perangkat, kecuali keduanya menggunakan RouterOS. Komunikasi SSTP menggunakan TCP port 443 (SSL), sama hal nya seperti website yang secure (https). Anda harus memastikan clock sudah sesuai dengan waktu real jika menggunakan certificate. Manyamakan waktu router dengan real time bisa dengan fitur NTP Client. Sayangnya belum semua OS Support VPN dengan metode SSTP. Traffic yang melewati tunnel SSTP akan mengalami overhead ± 12%.
OpenVPN
VPN ini Biasa digunakan ketika dibutuhkan keamanan data yg tinggi. Secara default, OpenVPN menggunakan UDP port 1194 dan dibutuhkan certificate pada masing-masing perangkat untuk bisa terkoneksi. Untuk client compatibility, OpenVPN bisa dibangun hampir pada semua Operating System dengan bantuan aplikasi pihak ketiga. OpenVPN menggunakan algoritma sha1 dan md5 untuk proses autentikasi, dan menggunakan beberapa chiper yaitu blowfish128, aes128, aes192 dan aes256. Trafik yang melewati tunnel OpenVPN akan mengalami overhead ± 16%.
Kesimpulan
Perlu diketahui, semakin Anda menginginkan sebuah jaringan yang aman, maka akan semakin kompleks konfigurasi yang perlu diterapkan. Begitu pula dengan pemakaian resource hardware, semakin tinggi enkripsi yang dipakai, pemakaian resource, khususnya cpu juga akan naik.
Jadi kesimpulannya, jika Anda menginginkan VPN dengan kompatibilitas dan dukungan alat client yg bagus, maka PPTP dapat jadi pilihan. Selain itu kompatbilitas nya yang tinggi, PPTP VPN juga lebih mudah dalam konfigurasi Mikrotik nya. Tetapi jika Anda menginginkan sebuah VPN dengan tingkat keamanan yang lebih baik, maka L2TP/IPSec atau OpenVPN lah solusi nya.
Pada kebanyakan OS Windows, secara default memakai L2TP/IPSec, sehingga tinggal diseusuaikan pada sisi server. Jika memang alat anda support dan anda menginginkan keamanan yg tinggi pada jalur VPN Anda, L2TP/IPSec dapat jadi pilihan tepat.
Satu hal yang perlu diperhatikan, pemakaian VPN tidak akan menambah Bandwidth Anda, justru malah bisa mengecilkan bandwidth anda karena ada penambahan pada headernya, tergantung dari besar bandwidth langganan Anda.
Demikianlah beberapa Penjelasan Jenis dan Tipe VPN pada Mikrotik. Semoga bermanfaat :)
2. Download file Image VirtualBox nya dengan extensi .vmdk. Download disini.
2. Buka VirtualBox nya --> Tambahkan Virtual Machine (VM) baru --> Beri nama VM tersebut dan pilih tipe nya, contoh nya seperti gambar berikut :
3. Pilih alokasi RAM nya, pilih saja default 64 MB.
4. Masukkan file image .vmdk yang sudah di download pad pilih hard disk --> Pilih Use an existing virtual hard disk file --> Cari file .vmdk nya --> Create.
5. Sampai disini, Mikrotik CHR sudah selesai dimasukkan ke VirtualBox.
6. Sebelum dijalankan, pastikan kita rubah setingan VM nya --> klik kanan pada VM --> klik Settings --> System --> Acceleration --> pilih Paravirtualization Interface : KVM --> OK
NOTE : Jika hal ini tidak dilakukan, ketika VM CHR dijalankan maka setelah muncul text login Mikrotik, VM akan exit dengan sendirinya.
7. Oke, sekarang coba kita jalankan VM CHR nya. Bisa kita lihat lisensi Mikrotik CHR ini FREE alias GRATIS.
8. Buka GNS3 --> Masuk ke Edit --> Preferences --> VirtualBox VMs --> Klik New
9. Pilih VM CHR di VirtualBox yang sudah kita buat sebelumnya -- > VM List --> Pilih VM CHR nya --> Finish
10. Masih di jendela yang sama --> klik Edit --> Masuk ke tab Network --> Isikan jumlah Adapter yang Anda inginkan, misalnya 5 --> Sehingga jumlah port LAN (interface) nya juga 5 --> Centang juga kotak Allow dibawahnya --> OK
11. Kita juga bisa merubah gambar Icon dari Mikrotik CHR nya --> Klik Kanan --> Change symbol --> Pilih gambar icon yang anda inginkan --> OK.
10. Sekarang bisa kita coba masukkan VM CHR Mikrotik nya ke lembar kerja.
NOTE : Mikrotik CHR VirtualBox hanya bisa dimasukkan satu kali per VM. Jadi jika anda mau menggunakan 3 router, maka anda juga harus membuat 3 VM di VirtualBox.
11. Jalankan Mikrotik CHR nya. Jendela VirtualBox VM akan muncul untuk booting dan Kita bisa login ke Mikrotik nya.
Yang saya suka dari VirtualBox adalah proses booting Mikrotik CHR nya yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan Qemu. Tapi kelemahannya 1 VM hanya bisa digunakan untuk 1 Router saja.
Bisa dibayangkan jika kita mau pakai 20 router maka kita juga harus membuat 20 VM Mikrotik CHR di VirtualBox :D. Hal ini tentunya sangat merepotkan dan akan memakan banyak resource CPU dan RAM PC/Laptop kita.
Untuk memudahkan Anda dalam mengkonfigurasi Mikrotik CHR nya, Anda bisa remote Mikrotik CHR via Winbox dan koneksikan ke Internet. Caranya sama seperti disini :
Cara menggunakan RAW Image Cloud Hosted Router (CHR) Mikrotik di Qemu GNS3 akan kita bahas pada Tutorial Mikrotik Indonesia kali ini. O ya, Tutorial Mikrotik ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya tentang :
3. Jika sudah, Buka GNS3 nya. Masuk ke Edit --> Preferences --> Qemu VMs --> Klik New
4. Pada pilihan Qemu Type pilih Default --> Next
5. Beri Nama Virtual Machine nya, misalnya : Mikrotik CHR Qemu --> Next
6. Pada pilihan Qemu Binary, pilih versi Qemu yang paling baru --> Pilih file qemu-system-x86_64w.exe --> Isikan alokasi RAM misalnya 64 MB (Jangan terlalu besar 64 MB sudah cukup) --> Next.
7. Pada Pilihan Disk Image (hda) pilih lokasi (folder) anda menyimpan fil RAW image Qemu yang sudah di download sebelumnya --> Akan ada pertanyaan untuk meng-copy file image nya ke folder image Qemu --> pilih saja Yes --> Finish
8. Masih di jendela yang sama --> klik Edit --> Masuk ke tab Network --> Isikan jumlah Adapter yang Anda inginkan, misalnya 5 --> Sehingga jumlah port LAN (interface) nya juga 5 --> OK
9. Kita juga bisa merubah gambar Icon dari Mikrotik CHR nya --> Klik Kanan --> Change symbol --> Pilih gambar icon yang anda inginkan --> OK.
10. Sekarang bisa kita coba masukkan VM CHR Mikrotik nya ke lembar kerja.
11. Jalankan VM CHR nya. Proses booting VM CHR nya lumayan lama, silakan tunggu yang sabar ya.
12. Kemudian coba remote Mikrotik CHR nya via console.
NOTE: Jika VM CHR belum selesai booting, di line console tidak akan muncul apapun, so Tunggu sampai VM nya selesai booting.
13. Jika VM CHR sudah selesai booting, maka di line console akan muncul text untuk login. Silakan login dengan
Username : admin
Password : (kosong)
14. Ta daa... Mikrotik CHR sudah bisa kita gunakan secara GRATIS dan LEGAL tanpa perlu CRACK :D
Untuk memudahkan Anda dalam mengkonfigurasi Mikrotik CHR nya, Anda bisa remote Mikrotik CHR via Winbox dan koneksikan ke Internet. Caranya sama seperti disini :
Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) adalah Virtual Machine image dari Mikrotik Router OS yang mempunyai fitur yang sama dengan Mikrotik x86 yang dapat kita install di beberapa Virtual Machine seperti VirtualBox atau VMWare.
Keunggulan Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR)
Keunggulan Mikrotik CHR adalah kita dapat menggunakan semua fitur Router OS pada Virtual Machine secara GRATIS tanpa perlu adanya level LICENSE.
Memang dapat kita akui untuk bisa menggunakan Mikrotik untuk simulasi di Virtual Machine cukup sulit. Karena sebelum ada CHR kita pasti gunakan RouterOS x86 yang hanya punya lisensi level 0 yang berarti hanya bisa kita coba secara trial selama 24 jam. Kalaupun tidak puas, biasanya kita cari yang versi yang sudah di CRACK :P.
Nah, dengan adanya Mikrotik CHR ini kita tidak perlu lagi menggunakan versi trial ataupun nyari yang versi Crack. Kita tinggal gunakan image dari Mikrotik CHR ini saja untuk menggantikan simulasi VM yang kita gunakan sebelumnya. Apalagi Mikrotik CHR ini sangat mudah diintegrasikan dengan Simulator GNS3.
Kekurangan Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR)
Layaknya barang GRATISAN lainnya, Mikrotik CHR juga punya kekurangan, yakni bandwidth tiap interface dibatasi hanya 1 Mbit saja. Namun hal tersebut sebenarnya tidak begitu merugikan, menginngat kita hanya gunakan CHR untuk simulasi saja yang tidak membutuhkan terlalu banyak menggunakan bandwidth.
Mikrotik CHR dapat dijalankan pada beberapa Virtual Machine, yaitu Virtual Box, VM Ware, Qemu, dll. Namun, untuk dapat digunakan pada Simulator GNS3, kita gunakan Qemu dan Virtual Box saja. Cara dan langkah-langkah Instalasi dan menjalankan Mikrotik CHR di Qemu dan VirtualBox serta integrasi nya pada Simulator GNS3, silakan baca di artikel selanjutnya berikut ini :
Pada artikel kali ini, saya akan bahas lagi tentang Tutorial Mikrotik GNS3 menggunakan Qemu. Pada artikel : Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard menggunakan GNS3 Simulator (Mikrotik Packet Tracer) sudah dijelaskan bahwa kita dapat menggunakan VirtualBox atau Qemu untuk menjalankan Mikrotik di GNS3.
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Qemu sebagai VM di GNS3 jauh lebih efektif dan efisien dalam alokasi dan penggunaan memori.
Sebagai catatan bahwa penggunaan Qemu hanya akan menambah alokasi penggunaan RAM di PC/Laptop saja, tanpa membebani CPU usage.
Setiap penggunaan Virtual Router menggunakan Qemu rata-rata hanya membutuhkan RAM 80 MB saja. Sehingga jika PC/Laptop kita punya RAM 4 GB, maka bisa digunakan untuk membuat sekitar 31 Virtual Router hanya dengan sekali Install Mikrotik. Lebih hemat dan efisien kan?
Contoh nya bisa dilihat pada gambar di atas, saya menggunakan 16 Mikrotik untuk membuat simulasi penggunaan hotspot di kantor hanya dengan menggunakan Tablet Windows 8.
Melanjutkan tutorial Mikrotik dari artikel sebelumnya tentang : Cara Install dan Setting Mikrotik di GNS3 menggunakan VirtualBox. Disini saya masih akan membahas tentang Mikrotik GNS3 dan VirtualBox, yaitu Cara Mengkoneksikan Mikrotik GNS3 VirtualBox ke Winbox dan Internet.
Seperti kita ketahui bersama bahwasanya kelebihan GNS3 ini dapat menghubungkan Router Virtual di Simulator ke jaringan nyata seperti intranet ataupun internet. Nah, dengan begitu kita dapat melakukan remote Mikrotik di GNS3 menggunakan Winbox dan mengkoneksikannya ke Internet.
Oke, langsung saja ke langkah-langkah tutorial nya :
1. Masuuk ke Network and Sharing Center --> Change Adapter Settings.
2. Disini saya contohkan sharing koneksi Internet dari WiFi. Klik Kanan adapter WiFi --> klik Properties.
3. Masuk ke tab Sharing--> Centang kedua opsi pada kolom Internet Connection Sharing --> pilih adapter VirtualBox Host-Only Network --> OK.
4. Disini adapter VirtualBox Host-Only Network akan mendapatkan IP Address secara otomatis. klik Yes untuk lanjut.
5. Gunakan IP Address VirtualBox Host-Only network sebagai gateway Mikrotik.
6. Masukkan IP Address satu segment dengan IP address gateway. Pastikan interface yang diberi IP sesuai.
7. Isikan DNS Server di menu IP --> DNS.
8. Tambahkan IP gateway. Masuk menu IP --> Route --> tambahkan rule baru --> isikan gateway sesuai IP Address VirtualBox Host-Only Network --> Dst Address isikan 0.0.0.0/0 --> OK.
9. Silakan anda coba ping ke internet. Insyaallah sudah konek :).
1. Run PC Client --> klik kanan Console --> Pastikan IP Address dan Gateway sudah diseting. Coba ping ke internet. Harusnya belum bisa konek, karena DNS server belum dimasukkan.
2. Untuk memasukkan DNS Server ketikkan command :
ip dns 8.8.8.8 save
3. Kembali ke Mikrotik . Tambahkan rule NAT = masquerade.
4. Coba ping dari PC client. Insyaallah sudah bisa konek baik ke internet maupun ke Mikrotik dan Laptop :)
Oke, selesai sudah. Jika Tutorial Mikrotik GNS3 di atas kurang jelas, silakan lihat Video tutorial Mikrotik yang saya buat berikut ini :
Sekarang giliran Anda untuk mempraktekkan simulator ini lebih lanjut. Silakan berkreasi membuat topologi jaringan sesuai keinginan anda. Dengan simulator GNS3 ini Belajar Mikrotik jadi lebih mudah :)
Seperti yang sudah saya bahas di artikel sebelumnya tentang Belajar Mikrotik tanpa RouterBoard Menggunakan GNS3, kali ini saya akan share cara untuk Install Mikrotik di GNS3 menggunakan VirtualBox untuk membuat Mikrotik packet Tracer :D. Kenapa VirtualBox? kok gak pakai Qemu saja yang enteng? Jawabannya adalah karena lebih mudah. Jadi lebih enak kalau pakai yang lebih mudah kan daripada langsung ke yang susah :D.
1. Download GNS3. Silakan download GNS3 v1.2.3 disini (Pada Tutorial ini saya menggunakan GNS3 versi 1.2.3, jika menggunakan versi berbeda mungkin cara dan menu nya juga berbeda) atau bisa langsung download versi terbaru di web nya gns3.com.
3. Download image Mikrotik RouterOS di VirtualBox. Silakan sediakan sendiri file image RouterOS dan lisensi nya. Atau kalau tidak punya bisa cari disini.
Setelah senjata dan amunisinya siap, mari kita terjun ke medan perang :D
Langkah-langkah Install GNS3 :
1. Klik kanan pada installer GNS3, Run as Administrator.
2. Klik Next, Next, Accept, Install.
3. Installer akan meminta untuk menginstall WinpCap secara otomatis. Install WinpCap sampai selesai.
4. Installer juga akan minta download dan install Wireshark secara otomatis. Anda bisa cancel proses ini, tapi saya sarankan untuk lanjut install wireshark sampai selesai.
5. Installer kembali meminta download dan install Solarwinds secara otomatis. Anda juga bisa cancel proses ini, tapi saya sarankan untuk lanjut install Solarwinds sampai selesai.
6. Setelah selesai, klik next dan Finish. Akan muncul jendela GNS3 seperti berikut ini.
Langkah-langkah integrasi Mikrotik VirtualBox VM ke GNS3 :
1. Buka GNS3 --> klik Edit --> Preferences --> VirtualBox --> Cek Path to VBoxManage. Kalo path nya kosong atau ngaco, klik browse untuk nyari file nya.
2. Path yang benar ada di C:\Program Files\Oracle\VirtualBox\VBoxManage.exe Kalo sudah klik Apply.
3. Masuk ke menu VirtualBox VM --> New --> pilih Mikrotik VM dari VM list --> Finish. Kalo loading list nya lama, cancel aja terus coba lagi.
4. Mikrotik VM akan muncul, kemudian kita bisa rubah simbol Mikrotik nya dengan klik kanan --> Change Symbol --> Pilih Symbol nya --> Ok
5. Kalo sudah, klik OK pada Preferences. Masuk ke lembar kerja. Buka tab yang berisi 4 simbol --> Cari Mikrotik --> Drag and Drop ke lembar kerja.
6. Klik kanan pada Mikrotik --> Configure --> Mikrotik --> tab Network --> Tambahkan Adapter jika perlu. Kita dapat menambahkan jumlah adapter yang akan menambah juga jumlah interface ether di Mikrotik. Klik OK.
7. Sekarang kita bisa masukkan perangkat lain ke lembar kerja. Kemudian hubungkan semua perangkat itu dengan menu add a link.
8. Selanjutnya, nyakalan Mikrotik VM nya --> klik kanan Start.
9. Tampilan jendela VirtualBox Mikrotik VM akan muncul. Silakan login dan setting Mikrotik nya.
10. Saya contohkan untuk menghubungkan Mirkotik dengan PC Client :
IP Address Mikrotik : 10.10.10.1/24 IP Address PC Client : 10.10.10.2/24 IP Gateway PC Client : 10.10.10.1
11. Nyalakan PC client --> klik kanan Start --> Masukkan command untuk menambahkan IP Address & Gateway :
ip 10.10.10.2/24 10.10.10.1
save
12. Coba ping dari PC Client ke gateway dan berhasil. Untuk keluar ketikkan perintah :
disconnect
Oke berhasil. Silakan kembangkan sendiri untuk belajar dengan membuat topologi jaringan sesuai keinginan anda.
Muncul pertanyaan : Gimana cara remote Mikrotik GNS3 via Winbox?
Yup, pertanyaan ini muncul karena memang kita belum bisa remote Mikrotik nya via Winbox. Untuk dapat meremote via Winbox akan kita bahas di artikel selanjutnya ya.